Solusi Persoalan LRT Jabodebek yang Tak Bertepi

Peneliti Kebijakan Publik Institute of Development of Policy and Local Partnership Riko Noviantoro | Dok. Pribadi
Peneliti Kebijakan Publik Institute of Development of Policy and Local Partnership Riko Noviantoro | Dok. Pribadi

FORUM KEADILAN – Persoalan jarak keberangkatan antarkereta (headway) Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek menjadi salah satu masalah yang ramai dikeluhkan masyarakat saat ini.

Permasalahan transpotasi yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 28 Agustus 2023 itu diketahui karena perbaikan 18 rangkaian kereta. Masalah ini merupakan buntut dari ausnya roda kereta.

Bacaan Lainnya

Perbedaan yang pasti terlihat jelas ialah headway saat jam sibuk dan jam lengang. Jarak waktu keberangkatan antarkereta mencapai 30 menit pada jam sibuk, sementara saat lengang mencapai satu jam, dua kali lebih lama dari jam sibuk.

Apa yang mesti diperbaiki?

Peneliti Kebijakan Publik Institute of Development of Policy and Local Partnership Riko Noviantoro mengatakan, LRT harus meningkatkan pelayanan dari sisi fasilitas dan jam layanannya.

Riko memandang, pelayanan publik memang tidak selalu berjalan mulus dan pasti akan selalu menemukan celah kritik dan kelemahan atas pelayanan dan fasilitas. Dengan demikian, pelayanan publik harus menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“LRT harus ditingkatkan dari sisi fasilitas dan jam layanannya. Jika soal harga, nanti mengikuti kondisi pasar,” ucapnya kepada Forum Keadilan, Sabtu, 4/11/2023.

Riko menilai, sebagai alat transportasi yang melibatkan pemerintah dalam melakukan peningkatan pelayanan, dalam sisi tertentu peran swasta juga dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan LRT itu. Dengan demikian prinsip layanan, seperti mudah, murah aman dan mereta dapat terpenuhi kualifikasinya.

“Sebagai layanan publik pada sisi tertentu dapat pula kerja sama dengan pihak swasta. Prinsipnya layanan publik penuhi kualifikasi mudah, murah, aman dan merata,” katanya.

Riko menuturkan, transportasi publik LRT bisa diarahkan ke lebik baik untuk sebagian masyarakat. Di mana saat ini masyarakat lebih cenderung menggunakan transportasi pribadi (kendaraan pribadi) secara luas.

“Nanti kalau sudah kebiasaan memakai transportasi pribadi pasti tak terkendali sebab sudah biasa,” imbuhnya,

Lebih lanjut, ketersediaan transportasi publik merupakan kebutuhan kota modern. Oleh sebab itu, LRT menjadi salah satu simbol dari kota modern. Bahkan, LRT menjadi salah satu syarat menjadi kota modern.

“Transportasi publik adalah standar dari kota modern, kota sehebat apapun kalau belum punya transportasi publik, penilaiannya lemah,” tutupnya.*

Laporan Ari Kurniansyah