Dinilai Sama dengan Rokok, Kenali 3 Efek Buruk Vape

Bahaya vape
Bahaya vape | Healthline

FORUM KEADILAN – Bahaya vape atau rokok elektrik dianggap lebih ringan daripada rokok tembakau.

Hal ini yang menjadi alasan sebagian perokok beralih ke rokok elektrik.

Bacaan Lainnya

Padahal, rokok yang kerap disebut vape ini juga mengandung bahan kimia berbahaya yang perlu diwaspadai.

Bahaya vape untuk paru-paru juga telah dijelaskan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO).

Menurut WHO, bahaya vape berasal dari kandungan nikotin dan zat beracun lainnya seperti propilen glikol dan perisa yang bisa berdampak bagi pengguna maupun non-pengguna vape.

Berikut beberapa bahaya vape untuk kesehatan yang perlu kamu waspada seperti dilansir laman hopkinsmedicine :

  1. Popcorn Lung

Popcorn lung merupakan nama lain dari Bronchiolitis Obliterans (BO) yaitu  suatu kondisi langka yang diakibatkan oleh kerusakan saluran udara pada paru-paru. Hal ini disebabkan oleh zat diacetyl, bahan tambahan makanan yang digunakan untuk menyimulasikan rasa.

Menghirup diacetyl dapat menyebabkan peradangan dan jaringan parut permanen di cabang terkecil saluran udara pada paru-paru yang membuat seseorang sulit bernapas.

  1. Pneumonia Lipoid

Pneumonia lipoid disebabkan oleh asam lemak yang masuk ke paru-paru. Pada pengguna vape pneumonia lipoid terjadi karena menghirup zat berminyak dalam e-liquid vape, yang dapat memicu respon inflamasi pada paru-paru.

Gejala pneumonia lipoid meliputi batuk kronis, sesak napas, dan batuk darah.

  1. Pneumotoraks

Pneumotoraks spontan primer, atau paru-paru kolaps, terjadi ketika ada lubang di paru-paru tempat keluarnya oksigen.

Hal ini dapat disebabkan karena cedera seperti luka tembak atau pisau dan ketika gelembung udara di bagian atas paru-paru pecah dan menimbulkan robekan kecil.

Tanda dari paru-paru yang kolaps meliputi nyeri dada, sesak napas dan sulit untuk bernapas.

  1. Kanker paru

Kebiasaan merokok sering kali dikaitkan dengan risiko kanker paru. Namun, karena vape masih tergolong baru, penelitian terus dilakukan untuk mengetahui hubungannya dengan kanker paru-paru.

Meski begitu, cairan vape mengandung bahan kimia yang terkait dengan peningkatan risiko kanker paru-paru, termasuk formaldehida, asetaldehida, dan akrolein.*

 

Laporan Lulu Farha Chaerani