Dukungan Wamendes ke Gibran Berpotensi Penyalahgunaan Wewenang 

Potret kebersamaan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka | Instagram @prabowo
Potret kebersamaan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka | Instagram @prabowo

FORUM KEADILAN – Viral video Wamendes PDTT Paiman Raharjo yang dinarasikan memimpin acara pemenangan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto di Pilpres 2024, dinilai kurang etis.

Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun mengatakan bahwa pada dasarnya, semua menteri dan wakil menteri yang terlibat dalam Pemilu, seharusnya mengundurkan diri dari posisinya. Hal ini, kata Ubed, dilakukan demi menghindari penyalahgunaan wewenang dalam pemerintahan.

Bacaan Lainnya

“Semua menteri dan wakil harus mengundurkan diri dari pososi menteri, dilakukan untuk menjaga dari kemungkinan terjadinya penyalahgunaan wewenang dalam penyelenggaraan pemerintahan digunakan untuk pemenangan capres/cawapres tertentu,” ucap Ubed kepada wartawan, Senin, 30/10/2023.

Ubed juga menuturkan bahwa aturan saat ini pun mewajibkan para menteri maupun wakil menteri untuk izin/cuti terlebih dahulu kepada Presiden, jika ingin mengampanyekan salah satu pasangan capres-cawapres. Jadi, jika Paiman Raharjo sudah mempromosikan Gibran tapi belum mengajukan izin atau cuti, maka ini adalah salah satu bentuk pelanggaran pemilu.

Menurut Ubed, perlu ditetapkan sanksi yang tepat kepada para pelanggar, dalam hal ini adalah ranah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), berupa hukuman yang setimpal dan sesuai aturan berlaku.

“Sangat tidak patut wakil menteri sibuk melakukan dukung-mendukung dengan mengabaikan aturan kepemiluan,” tegas Ubed.

Ubed turut menegaskan kalau tindakan Paiman Raharjo merupakan suatu bahaya terhadap cara kerja pemerintah yang menghalalkan segala cara dan mengesampingkan mandat rakyat untuk menjaga konstitusi di Indonesia.

“Berbahaya negara jika cara mengelola pemerintahanya seperti ini, mengabaikan tugas dan fungsinya sebagai pejabat pemerintahan,” pungkas Ubed.

Sebelumnya, beredar video Wamendes PDTT Paiman Raharjo yang hadir dalam rapat pemenangan cawapres Gibran pada Pilpres 2024.

Dalam video tersebut, Paiman Raharjo terlihat mengenakan baju kaos dan topi berwarna merah.

Pada tanggapannya terkait video yang beredar, Paiman Raharjo menyatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan rapat relawan sedulur Jokowi.

Meskipun dalam video itu ia terlihat hadir, Paiman menegaskan, sebenarnya ia tidak ingin terlibat dalam persiapan memenangkan Gibran, hanya diundang oleh teman-temannya untuk hadir dalam pertemuan tersebut.

“Jadi saya justru, saya supaya netral, makanya saya sampaikan, karena saya pejabat negara maka saya tidak ikut di dalam kepanitiaan, maka saya tidak usah ikut dan saya tidak usah tampil, kan ada bunyi seperti itu tidak usah tampil,” katanya.*