Demokrat Tepis Hasto soal Tuding Kartu Truf Ketum Parpol Dipegang

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Demokrat Andi Arief
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Demokrat Andi Arief | ist

FORUM KEADILAN – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief menepis isu yang diungkap Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengenai kartu truf ketua umum partai politik (ketum parpol) dipegang menyangkut pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres) dari calon presiden (capres) Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

“Mungkin Partainya Mas Hasto malah yang tersandera. Kalau Partai Demokrat sangat independen sejak tahun 2004 menentukan capres atau cawapres,” Kata Andi Arief kepada wartawan, pada Minggu, 29/10/2023.

Bacaan Lainnya

Andi menyatakan bahwa Partai Demokrat sepakat Gibran bakal cawapres karena dipilih oleh Prabowo sendiri sebagai capres.

Andi bahkan memberikan sindiran kepada keputusan pemilihan capres-cawapres PDIP yang dipilih oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Setuju (Gibran cawapres Prabowo) karena itu pilihan capresnya. Beda dengan PDIP capres dan cawapresnya pilihan ketumnya. Prabowo yang menentukan cawapresnya,” pungkas Andi.

Sebelumnya, Hasto Kristiyanto menyinggung soal tekanan kekuasaan hingga dapat cerita soal kartu truf ketum parpol menyangkut pencalonan putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, sebagai cawapres Prabowo Subianto.

Dalam ranah politik, istilah kartu truf dapat dianggap sebagai metafora yang menggambarkan sebagai kartu terakhir yang digunakan untuk menghalangi langkah atau strategi seseorang.

“Indonesia negeri spiritual. Di sini moralitas, nilai kebenaran, kesetiaan sangat dikedepankan. Apa yang terjadi dengan seluruh mata rantai pencalonan Mas Gibran, sebenarnya adalah political disobedience terhadap konstitusi dan rakyat Indonesia,” kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 29/10.

“Kesemuanya dipadukan dengan rekayasa hukum di MK. Saya sendiri menerima pengakuan dari beberapa ketua umum partai politik yang merasa kartu truf-nya dipegang. Ada yang mengatakan life time saya hanya harian; lalu ada yang mengatakan kerasnya tekanan kekuasaan,” ujarnya.*