FORUM KEADILAN – Bakal calon presiden Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan berencana menambah kosakata di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjadi 250 ribu jika menang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
“Nah saya melihat Bahasa Indonesia harus diperkaya dan itu bisa dipercepat. Jadi 150 ribu, lalu 200 ribu, 250 ribu. Jadi saya berharap bisa mencapai angka 250 ribu dalam waktu lima tahun ke depan, sehingga Indonesia lebih kaya,” kata Anies kepada wartawan di acara Pameran Kebudayaan di Tugu Kunstkring, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis,, 26/10/2023.
Anies melanjutkan, selain Bahasa Indonesia, bahasa daerah juga perlu diperkaya. Bahasa daerah akan menjadi kaya jika Bahasa Indonesia juga diperkaya.
Menurut Anies, perkembangan literatur Bahasa Indonesia dapat dipercepat.
Selain itu, Anies menegaskan pentingnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Dia mencatat bahwa interaksi seluruh rakyat Indonesia dapat terjalin dalam Bahasa Indonesia.
“Dua hari lagi kita memperingati 95 tahun Sumpah Pemuda dan kesepakatan yang luar biasa dampaknya bagi bangsa Indonesia adalah kesepakatan bahasa persatuan Bahasa Indonesia, bukan satu bahasa, tapi kita punya satu bahasa persatuan dan dengan bahasa persatuan itu sekarang kita merasakan bisa berdiskusi, berdialog dengan siapa saja di mana saja dengan menggunakan satu bahasa persatuan, nah ini jangan dianggap sepele,” kata Anies.
“Dan barangkali kita satu dari sedikit bangsa yang menyepakati bahasa persatuan sebelum ada negara, itu lah kehebatan anak-anak muda pada masa itu dan dengan adanya bahasa persatuan itu lebih dari 700 bahasa di Indonesia, yang penggunanya 275 juta orang ini, bisa berkomunikasi tanpa penerjemah, bisa berinteraksi tanpa ada yang hilang dalam terjemahan,” lanjutnya.
Anies menyatakan bahwa memperkaya Bahasa Indonesia adalah tugas bersama, dan salah satu caranya dengan menambah kosakata bahasa daerah menjadi Bahasa Indonesia.
“Agar Bahasa Indonesia kita makin kaya, makin punya daya penjelas yang lebih kuat lagi. Itu tanggung jawab kita sama-sama bagi wartawan, bagi penulis, bagi sastrawan, bagi orang yang berada di wilayah politik, untuk selalu memperkaya Bahasa Indonesia dengan bahasa-bahasa daerah,” ujarnya.*