Pemintaan Tutup E-commerce Ulah Oknum Pedagang Tanah Abang

Situasi Pasar Tanah Abang
Situasi Pasar Tanah Abang, Rabu, 11/10/2023 | Syahrul Baihaqi/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Terik matahari masih menyengat jalanan Ibu Kota. Di teras Blok B Pasar Tanah Abang, terbilang cukup ramai orang berlalu lalang. Mulai dari buruh pengangkut barang yang tak berhenti mondar-mandir, juga para pengamen dan badut yang menghibur.

Selain itu, para pedagang berusaha keras untuk menawarkan produknya ke para pejalan ataupun pengunjung yang tengah menunggu.

Bacaan Lainnya

Pantauan Forum Keadilan di lokasi, khususnya di Blok B Tanah Abang, keramaian tidak hanya terjadi di teras luar, namun juga di dalam Gedung Blok B. Sangat kontras dengan pantauan yang dilakukan Forum Keadilan pada 15 September 2023 lalu.

Ramainya Tanah Abang tidak terlepas dari keputusan pemerintah yang melarang TikTok Shop untuk beroperasi.

Beberapa waktu lalu, pemerintah resmi menutup TikTok Shop di Indonesia. Hal ini dilandasi pada protes pedagang di Pasar Tanah Abang yang mengeluhkan sepinya pasar. Penutupan tersebut termuat dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023.

Pasca TikTok Shop ditutup, tersiar isu di media sosial terkait permintaan pedagang di Tanah Abang yang meminta toko online, seperti Shopee dan Lazada ditutup juga.

“Tolong hapuskan TikTok Shop, Lazada, Shopee. Tolong kami Pak,” tulis keterangan pada kertas yang gambarnya tersiar di media sosial.

Edo (32), seorang pedagang busana muslim dan juga perlengkapan salat yang terletak di lantai utama, membantah adanya permintaan pedagang Pasar Tanah Abang yang meminta e-commerce, seperti Shopee dan Lazada, ditutup.

Menurut Edo, itu merupakan permintaan sekelompok oknum yang ingin menjatuhkan nama Tanah Abang.

“Ibaratnya itu berita hoax, namun dinaikkan lagi. Orang-orang di Tanah abang kan juga banyak yang jual di toko online juga,” ucapnya saat ditemui Forum Keadilan, Rabu, 11/10/2023.

Edo menceritakan asal muasal permintaan penutupan e-commerce yang tertulis dalam secarik kertas saat kedatangan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan ke Tanah Abang.

Saat kedatangan Mendag, beberapa orang menuliskan tulisan tersebut dalam secarik kertas. Edo sendiri mengaku tidak tahu apa tujuannya.

“Menteri Perdagangan ke sini, cuman cepet-cepet orang Tanah Abang keburu ambil itu, dibuang ke tong sampah. Soalnya yang bikin itu sekelompok orang yang ingin jatuhin nama Tanah abang,” kata Edo.

Edo menjelaskan bahwa tulisan itu awalnya tergantung di Toko Keysha. Forum Keadilan berupaya meminta konfirmasi ke pihak Keysha, namun mereka menolak untuk memberikan tanggapan.

Menurut Edo, setelah TikTok ditutup ada perubahan, dan pengunjung jadi lebih ramai dari biasanya.

“Orang daerah sudah berani lagi belanja ke Tanah Abang soalnya dari kemarin (sejak ada TikTok Shop) orang daerah tidak belanja di sini,” tuturnya.

Ditemui terpisah, Wardi (25) justru tidak tahu menahu ada permintaan pedagang pasar untuk menghapus e-commerce.

“Aduh, nggak tahu,” ucapnya singkat kepada Forum Keadilan.

Namun, Wardi memastikan bahwa kondisi Tanah Abang setelah TikTok Shop dihapus lebih ramai pengunjung.

“Ya, lebih ramai,” tutupnya.*

Laporan Syahrul Baihaqi