Demokrat Enggan Beranda-andai soal Tawaran Kursi Menteri

Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra saat hadir di FORUM NGOPDAR | Dok. Forum Keadilan
Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra saat hadir di FORUM NGOPDAR | Dok. Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Partai Demokrat enggan berandai-andai soal kemungkinan adanya tawaran kursi menteri di Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin kepada partainya maupun pada Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Kepala Badan Komunikasi Strategis/Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, reshuffle menteri merupakan hak prerogatif presiden, sehingga bukan ranahnya untuk membicarakan hal itu.

Bacaan Lainnya

“Reshuffle hak prerogatif presiden. Kami menghormati hak Presiden Joko Widodo untuk memilih menteri-menterinya, termasuk mempertahankan maupun mengganti para menterinya. Tak pas lah kalau kami membahas ini. Bukan ranah kami,” jelasnya saat dihubungi Forum Keadilan, Jumat, 6/10/2023.

Isu Demokrat masuk Kabinet Indonesia Maju sendiri bermula dari pertemuan antara Presiden Jokowi dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Istana Bogor pada Senin, 2/10. Herzaky menegaskan, pertemuan antara Jokowi dan SBY itu hanya pertemuan biasa antar dua tokoh bangsa.

Herzaky menuturkan, selain hanya sebagai pertemuan untuk tetap menjalin tali silaturahmi, Jokowi dan SBY juga berdiskusi mengenai isu terkini dan saling mengonfirmasi mengenai berbagai hal.

“Saling berbagi pengalaman sebagai sesama negarawan dan tokoh bangsa,” katanya.

Kata Herzaky, di pertemuan tersebut SBY dan Jokowi sepakat menyukseskan Pemilu 2024 mendatang sesuai perannya masing-masing.

SBY sebagai presiden keenam juga menyampaikan narasi perubahan yang selama ini disampaikan Demokrat ke publik. Herzaky menegaskan, Demokrat terbuka dengan pertemuan dari pihak mana pun.

“Jangankan diajak silaturahmi dengan Pak Joko Widodo, diajak silaturahmi dengan Bu Mega pun Pak SBY terbuka. Demi kepentingan bangsa dan negara,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi dan SBY melakukan pertemuan secara tertutup dan rahasia di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin, 2/10 lalu.

Pada pertemuan tersebut, beredar kabar salah satu topiknya adalah tawaran Jokowi agar Demokrat masuk kabinet.*

Laporan Merinda Faradianti