Waspada, Konsumsi Gula Berlebih Bisa Lebih Berbahaya daripada Nikotin

Ilustrasi gula
Ilustrasi gula | ist

FORUM KEADILANGula adalah salah satu bahan makanan yang paling umum digunakan di dunia, tapi tahukah Anda kalau penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebihan mungkin memiliki bahaya yang lebih besar daripada nikotin.

Hal itu pun disepakati oleh ahli gizi Syarief Darmawan. Menurutnya, minuman kemasan tinggi gula memang sangat berbahaya, bahkan tingkatnya lebih berbahaya dibandingkan dengan efek merokok.

Bacaan Lainnya

“Ya betul sekali. Minuman kemasan lebih berbahaya dibanding dengan rokok karena dalam minuman kemasan ada bahan tambahan makanan berupa pemanis buatan dan pewarna buatan,” ungkap Syarief.

Berikut beberapa alasan mengapa gula bisa lebih berbahaya daripada nikotin.

1. Adiktif Seperti Narkoba

Peneliti menemukan bahwa gula memiliki efek adiktif yang kuat pada otak, yang mirip dengan narkoba.

Asisten Profesor Ilmu Saraf di Mount Sinai School of Medicine, Dr. Nicole Avena, menjelaskan bahwa ketika gula menyentuh lidah, ia mengaktifkan reseptor perasa tertentu yang mengirimkan sinyal ke otak, termasuk korteks serebral. Sinyal ini selanjutnya merangsang pelepasan dopamin, zat kimia yang berperan dalam perasaan senang dan puas.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan ketergantungan gula yang mirip dengan ketergantungan pada nikotin atau narkoba lainnya, di mana seseorang merasa perlu terus mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula untuk memuaskan hasratnya.

2. Keterkaitan dengan Penyakit Metabolik

Konsumsi gula berlebihan telah dikaitkan dengan berbagai penyakit metabolik, termasuk obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

Gula dalam makanan dan minuman dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, yang selanjutnya diikuti oleh penurunan tajam, menyebabkan rasa lapar yang meningkat dan keinginan untuk lebih banyak gula.

3. Dampak pada Fungsi Otak

Penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebihan dapat berdampak negatif pada fungsi otak. Ini mencakup penurunan kognitif, masalah konsentrasi, dan risiko penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer.

Para peneliti dari University of Bath menemukan bahwa orang-orang dengan kadar gula darah tinggi mengalami penurunan kognitif lebih cepat daripada mereka yang memiliki kadar gula darah normal. Dengan kata lain, semakin tinggi kadar gula darah, semakin cepat penurunan kognitif terjadi.

Di sisi lain, Profesor di New York University Melissa Schilling melakukan penelitian dan menemukan bahwa orang-orang yang mengidap diabetes tipe 2 memiliki risiko lebih tinggi terkena Alzheimer. Schilling berpendapat bahwa ini dipengaruhi oleh insulin.

Protein insulin dan amyloid di otak bergabung, jelas Schilling, menyebabkan penyakit Alzheimer. Orang yang tidak memiliki cukup insulin, seperti mereka yang tubuhnya terpengaruh oleh diabetes, mungkin tidak memproduksi cukup enzim untuk mengurai gumpalan penyebab Alzheimer di otak.

4. Dampak Terhadap Jantung dan Kesehatan Vaskular

Terlalu banyak gula dalam diet dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Ini menggarisbawahi hubungan antara konsumsi gula berlebihan dan penyakit jantung.

5. Masalah Gigi dan Kesehatan Mulut

Gula adalah penyebab utama kerusakan gigi. Saat gula terurai dalam mulut, bakteri mengubahnya menjadi asam, yang dapat merusak enamel gigi dan menyebabkan kerusakan gigi serta masalah kesehatan mulut lainnya.

6. Peran dalam Peradangan Tubuh

Konsumsi gula berlebihan dapat memicu peradangan kronis dalam tubuh. Peradangan ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, dan kondisi kesehatan kronis lainnya.

Pentingnya Kesadaran dan Tindakan

Meskipun perbandingan langsung antara bahaya konsumsi gula berlebihan dan nikotin mungkin tidak tepat karena keduanya memiliki efek negatif yang berbeda, bukti menunjukkan bahwa gula dapat memiliki dampak serius pada kesehatan kita.

Oleh karena itu, penting untuk menyadari bahwa gula dapat memiliki dampak serius pada kesehatan kita. Sebagai respons, kita harus lebih sadar akan konsumsi gula kita dan berupaya mengurangi asupan gula berlebihan dalam makanan sehari-hari.

Jadi, meskipun gula mungkin tidak sepopuler nikotin dalam hal bahaya, kesadaran akan dampaknya yang serius terhadap kesehatan kita adalah langkah pertama menuju gaya hidup yang lebih sehat.*