Awas! Ini 5 Bahaya Penggunaan Minyak Goreng Berulang Kali

Ilustrasi memasak
Ilustrasi memasak | ist

FORUM KEADILAN – Selain keindahan alamnya, Indonesia juga terkenal dengan hidangan lezatnya.

Di Indonesia, kita bisa menemukan banyak makanan lezat yang disiapkan dengan cara digoreng, seperti pisang goreng, bakwan, nasi goreng, mi goreng, dan berbagai hidangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Kegemaran orang Indonesia dalam menggoreng makanan tidak lain karena melimpahnya minyak kelapa sawit di Indonesia sejak abad ke-20. Selain itu, makanan berminyak disukai karena rasanya yang enak dan gurih

Tapi tahu kah Anda bahwa penggunaan minyak goreng berulang kali dapat membahayakan kesehatan tubuh, loh.

Penggunaan minyak goreng berulang kali nampaknya masih sering dilakukan oleh masyarakat, terutama ketika harga minyak melonjak. Ini menjadi solusi untuk menghemat pengeluaran. Kasus ini sering terjadi, terutama di kalangan pedagang.

Berikut bahaya dari penggunaan minyak goreng berulang kali.

1. Memicu Terbentuknya Radikal Bebas

Penggunaan minyak goreng berulang kali, bahkan sampai berubah warna menjadi hitam dan keruh, rentan mengandung lemak jenuh jahat dan radikal bebas.

Kandungan radikal bebas tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada sel dan jaringan tubuh.

2. Radang Tenggorokan

Minyak yang digunakan berulang kali hanya akan memberikan efek tak sehat, seperti memicu terjadinya radang tenggorokan.

Selain itu, mengonsumsi makanan yang digoreng dengan minyak yang dipanaskan berulang kali dapat meningkatkan risiko batuk, flu, dan masalah kesehatan lainnya. Hal ini disebabkan oleh pembentukan kandungan akrolein dalam minyak, yang dapat memicu rasa gatal di tenggorokan

3. Memicu Kolesterol

Minyak goreng yang digunakan berulang kali akan menghasilkan residu serbuk penggorengan. Residu ini yang kemudian memicu kolesterol.

Selain itu, juga terdapat kandungan lemak jenuh yang berdampak buruk, karena bisa memicu obesitas.

4. Memengaruhi Kualitas dan Nilai Gizi

Hal ini disebabkan oleh reaksi oksidasi pada minyak goreng, yang dapat membuat warna makanan menjadi kurang menarik, menghasilkan bau tengik, mengurangi kenikmatan rasanya, dan dapat menyebabkan kerusakan pada beberapa vitamin serta asam lemak esensial yang terkandung dalam minyak tersebut.

5. Mengandung Lebih Banyak Asam Lemak Trans

Mengonsumsi makanan dari minyak bekas akan mengandung lebih banyak lemak trans.

Lemak trans akan meningkatkan kadar lemak jahat dalam serum darah, yaitu Low-Density Lipoprotein (LDL).

Peningkatan kadar LDL dapat meningkatkan risiko terbentuknya plak di dalam pembuluh darah, yang dapat menyebabkan penyakit jantung atau stroke.*

Laporan Sandra Ridhola Veronica