Gerindra Sambut Baik Dukungan Kelompok 212 Hasil Survei SMRC

Prabowo Subianto
Bakal calon presiden Koalisi Indonesia Maju sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto | Instagram @prabowo

FORUM KEADILAN – Survei terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkapkan, dukungan dari alumni Gerakan 212 tampaknya akan mengalir ke kubu bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto, terutama jika Prabowo berhasil lolos ke putaran kedua Pemilu 2024 bersama Ganjar Pranowo.

Menyikapi hasil survei tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku bersyukur. Ia menyatakan bahwa Gerindra sangat terbuka terhadap siapa pun yang mendukung Prabowo dalam Pemilu 2024.

Bacaan Lainnya

“Semua agama, semua kelompok, semua komunitas, golongan, semua profesi, semua latar belakang. Kami hormati dan hargai dan kami bersyukur atas dukungan siapa saja yang akan berikan dukungan dan suaranya di TPS (Tempat Pemungutan Suara) nanti tanggal 14 Februari (2024),” ujar Riza saat menghadiri Rapimnas (Rapimnas) Partai Demokrat yang menyatakan dukung ke Prabowo, di Jakarta, Kamis, 21/9/2023 malam.

Namun, Riza menekankan bahwa pada saat ini, pihaknya belum memulai komunikasi dengan kelompok atau komunitas mana pun. Ini karena Gerindra dan koalisinya, kata Riza, sedang fokus membangun kekuatan antar partai politik terlebih dahulu.

Riza mengungkapkan bahwa jika ada kelompok atau komunitas yang menyatakan dukungan kepada Prabowo, hal tersebut terjadi secara alamiah. Hingga saat ini, belum ada komunikasi intensif dengan kelompok tertentu, termasuk ulama dan alumni Gerakan 212.

“Terkait komunitas dan relawan, ormas, mereka hadir secara alamiah, secara nature. Semua ya kami berterima kasih atas dukungan semua elemen masyarakat,” ujar Riza.

“Semua elemen bangsa yang punya cita-cita tujuan yang sama yang berdiri tegak demi merah putih tentu akan bersama-sama dengan Pak Prabowo,” tegas Riza lagi.

Sebelumnya, survei SMRC mengungkapkan bahwa arah dukungan dari pendukung gerakan 212 lebih cenderung kepada Prabowo dan Anies Baswedan. Hasil survei ini juga menunjukkan bahwa jika calon presiden hanya ada dua, yakni Prabowo dan Ganjar, pendukung gerakan 212 lebih memilih Prabowo.

Dari responden yang setuju atau mendukung gerakan 212, sekitar 59 persen memilih Prabowo, 29 persen memilih Ganjar, dan 11 persen tidak memberikan jawaban. Sementara di kalangan yang tidak mendukung gerakan 212, hanya sekitar 38 persen yang memilih Prabowo, 54 persen memilih Ganjar, dan 8 persen tidak memberikan jawaban.

Survei juga menunjukkan bahwa di antara yang mengaku pernah ikut gerakan atau aksi 212, sekitar 57 persen memilih Prabowo, hanya 20 persen memilih Ganjar, dan 23 persen tidak menjawab. Sedangkan di kalangan yang mengaku tahu tentang gerakan tersebut tetapi tidak pernah ikut, sekitar 47 persen memilih Prabowo, 43 persen memilih Ganjar, dan 10 persen tidak memberikan jawaban.

Menurut pendiri SMRC Saiful Mujani, data ini menunjukkan konsistensi yang cukup tinggi. Meskipun elit gerakan 212 belum mengambil keputusan resmi, namun pendukungnya di tingkat bawah telah memiliki preferensi politik yang kuat.*