Pengusaha Diperiksa Pajak Usai Dukung Anies, NasDem: Tidak Resah Hanya Prihatin

Anies Baswedan. | Ist
Anies Baswedan. | Ist

FORUM KEADILAN – Partai Nasional Demokrasi (NasDem) angkat suara terkait klaim Anies Baswedan yang menyebut banyak pengusaha kelas atas yang diperiksa pajak perusahaannya usai memberikan dukungan pencapresan bacapres Koalisi Perubahan tersebut.

Ketua DPP Partai NasDem, Taufik Basari, mengungkapkan jika pemeriksaan pajak terhadap perusahaan yang mendukung Anies Baswedan tidak serta merta membuat tim koalisinya merasa resah.

Bacaan Lainnya

“Resah sih enggak tapi prihatin iya. Tapi kita cukup optimis,” ungkapnya kepada Forum Keadilan pada Rabu, 20/9/2023.

Ia mengatakan berdasarkan pengalaman, NasDem memang melihat banyak kekhawatiran saat memberikan dukungan kepada Anies.

“Padahal semestinya tidak seperti itu, kalau kita menjalankan proses politik ini sesuai dengan nilai-nilai etika dan moral, tentunya siapapun yang akan memberikan dukungan kepada capres, tidak perlu merasa terhambat atau khawatir,” ujarnya.

Kendati begitu, NasDem yakin bahwa seiring dengan berjalannya waktu, publik bisa menilai situasi sebenarnya karena ia meyakini jika Koalisi Perubahan ingin merawat demokrasi.

Terkait dengan demokrasi, ia berpendapat jika semua pihak harus diberikan ruang kebebasan yang setara dalam hal berpolitik.

“Ya semestinya semua pihak harus diberikan ruang kebebasan yang setara untuk kemudian mengikuti proses ini, jadi lagi-lagi, resah enggak tapi prihatin iyaa,” ucapnya.

Kemudian, mengenai dugaan adanya upaya penjegalan terhadap pasangan capres-cawapres AMIN,  politisi yang akrab disapa Tobas ini pun kembali menyerahkan semuanya kepada masyarakat.

“Ini terkait dengan pandangan publik, karena itu dengan optimisme yang kita miliki, tentunya publik bisa melakukan penilaian tersendiri, dan kita akan kembalikan kepada publik untuk menilai ini semua. Kalau misalnya kita berharap ada perbaikan-perbaikan terhadap pasangan AMIN, kita tidak bisa bergantung pada pihak lain. Selama ini yang kita harapkan masyarakat semakin cerdas,semakin sadar, maka tentu situasi akan semakin baik, dan kami optimis,” jelasnya.

Tobas pun menambahkan meski banyak upaya untuk menjatuhkan pasangan AMIN, tetapi kendali kepercayaan publik, akan tetap dipegang oleh masyarakat sendiri.

“Masyarakat kita bisa membaca situasi secara jernih dan optimis, dan ini yang kita harapkan. Jadi memang butuh waktu untuk kemudian semakin banyak informasi yang terbuka, dan pasti informasi-informasi yang terbuka ini mampu dicerna lebih baik oleh masyarakat untuk memberikan penilaian terhadap apa yang terjadi,” pungkasnya. *

 

Laporan Novia Suhari