Pengamat: Prabowo dan Ganjar Bakal Teruskan Kinerja Pemerintahan Jokowi

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengunggah foto sarapan bersama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming di Instagram pribadinya | Instagram @erickthohir
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengunggah foto sarapan bersama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming di Instagram pribadinya | Instagram @erickthohir

FORUM KEADILAN – Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin sepakat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pidato Kenegaraan bahwa bukan soal siapa sosok presidennya tapi sosok yang bisa bekerja sesuai dengan apa yang dimulai saat ini. Terutama terkait dengan tujuan Indonesia Emas 2045.

“Saya sepakat siapa pun presidennya ya dalam konteks itu harus lanjutkan fondasi-fondasi yang dibangun Jokowi. Artinya yang bagus dilanjutkan, yang jelek dievaluasi. Jadi jangan sampe yang bagus diberhentikan, yang tidak bagus dijalankan. Jangan dibolak-balik,” katanya kepada Forum Keadilan, Rabu, 16/8/2023.

Bacaan Lainnya

Menyoal sosok bacapres yang akan melanjutkan kinerja Jokowi menyongsong tujuan Indonesia Emas 2045, Ujang melihatnya pada sosok Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo.

“Kalau saya lihat Jokowi kalau tidak dukung Prabowo ya Ganjar, yang ingin melanjutkan dua itu saya melihatnya. Itu yang menjadi catatan kita dalam konteks pidato Jokowi. Kalau soal dukung mendukung sudah hak Jokowi ke siapa pun,” tambah Ujang.

Dalam pidato kenegaraannya, Jokowi memang menyebut pemerintah telah memiliki strategi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Sang kepala negara bahkan berpendapat bonus demografi yang didapatkan Indonesia di tahun 2030 bisa menjadi peluang Indonesia meraih tujuannya tersebut.

Jokowi mewanti-wanti pemerintah agar mengkapitalisasi para remaja agar dalam usia produktif tersebut dapat berkontribusi untuk kepentingan bangsa dan negara. Menurutnya, kalau tidak bisa dikelola dengan baik maka persoalan ini menjadi beban negara.

“Kalau anak muda diam saja, tidak bergerak, nganggur, banyak yang terkena narkoba atau banyak yang melakukan tindak pidana. Itu merupakan persoalan,” tuturnya.

Ujang menuturkan harus ada program dan strategi matang yang direncanakan dengan baik untuk mengelola anak-anak pada usia produktif agar bisa bertumbuh dan berkembang di bidangnya masing-masing.

“Makanya pemerintah dalam konteks itu harus bisa menciptakan peluang atau lapangan kerja. Yang penting usia produktif itu bisa bekerja dengan baik agar bisa berinovasi dengan bagus dan berprestasi. Itu yang harus dilakukan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, dalam Pidato Kepresidenannya di DPR-MPR, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia memiliki peluang bonus demografi yang mencapai puncaknya pada 2030 nanti.

Bonus demografi di Indonesia mencapai puncak pada 2030 nanti. Ini merupakan sebuah peluang besar untuk Indonesia karena 68 persen penduduk mencapai usia produktifnya. Jokowi menyebutkan ini untuk meraih Indonesia Emas pada 2045 nanti.

“Di sini lah kunci peningkatan produktivitas nasional kita,” ucap Jokowi pada Sidang Tahunan MPR, Rabu, 16/8.*

Laporan Syahrul Baihaqi