Jokowi: Indonesia Berpeluang Menjadi Negara Maju

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan para Menteri Luar Negeri (Menlu) ASEAN dan negara mitra yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat, 14/7/2023 | YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan para Menteri Luar Negeri (Menlu) ASEAN dan negara mitra yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat, 14/7/2023 | YouTube Sekretariat Presiden

FORUM KEADILAN – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia mempunyai peluang emas untuk menjadi negara maju.

“Bonus demografi yang akan mencapai puncak di tahun 2030an adalah peluang besar kita untuk meraih Indonesia emas tahun 2045, 68 persen adalah penduduk usia produktif di sini lah kunci peningkatan produktivitas nasional kita,” ujar Jokowi pada pidato kenegaraan di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta Selatan, Rabu, 16/08/2023.

Bacaan Lainnya

Kata Jokowi, momentum Presidensi di G20, keketuaan Indonesia di Asean, juga konsistensi dalam menjunjung Hak Asasi Manusia (HAM), dan kesetaraan serta kesuksesan Indonesia dalam menghadapi krisis dunia tiga tahun terakhir ini, telah menempatkan kembali Indonesia ke dalam peta percaturan dunia.

“Peluang besar yang kedua adalah international trust yang kita miliki saat ini dibangun bukan dari retorika semata, melainkan melalui peran dan bukti nyata keberanian Indonesia dalam bersikap,” imbuhnya.

“Dengan international trust yang tinggi kredibilitas indonesia dengan negara lain akan lebih diakui kedaulatannya juga akan lebih dihormati. Suara indonesia akan lebih didengar, sehingga memudahkan dalam setiap negosiasi. Peluang tersebut harus dimanfaatkan, tidak semua negara memilikinya dan belum tentu bisa kembali memilikinya. Untuk itu, kesempatan ini harus dipersiapkan dengan baik,” tambahnya.

Jokowi menyebut, kepemimpinan ke depan sangat menentukan masa depan Indonesia.

“Ini bukan tentang siapa yang menjadi presidennya akan tetapi kesanggupan untuk bekerja sesuai dengan apa yang sudah dimulai saat ini, berani atau tidak mampu,” kata Jokowi.

Oleh sebab itu, menurut Jokowi, seorang pemimpin negara harus mempunyai public trust, karena kepercayaan adalah salah satu faktor penentu yang bisa berjalan atau tidaknya suatu kebijakan, membuat sebuah keputusan yang dapat diterima.

“Ini adalah modal dalam memimpin sebuah negara besar seperti Indonesia. Selain itu seorang pemimpin juga membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh komponen bangsa,” kata Jokowi.*

Laporan Ari Kurniansyah