Mudik Lebaran 2023, Kapal Pelni Angkut 511.705 Penumpang

KM Dobonsolo, kapal milik PT Pelayaran Indonesia (Pelni) mengangkut pemudik dari Pelabuhan Ciwandan, Banten ke Pelabuhan Panjang, Lampung selama mudik Lebaran 2023. | Ist
KM Dobonsolo, kapal milik PT Pelayaran Indonesia (Pelni) mengangkut pemudik dari Pelabuhan Ciwandan, Banten ke Pelabuhan Panjang, Lampung selama mudik Lebaran 2023. | Ist

FORUM KEADILAN – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) mencatat ada sebanyak 511.705 penumpang yang melakukan perjalanan dengan Kapal Pelni selama periode angkutan lebaran pada 7–28 April 2023.

Selama angkutan Lebaran 2023, Pelni berhasil mengangkut sebanyak 2.560 unit motor dan 6.259 orang pemudik motor diangkut oleh KM Dobonsolo pada dua kali perjalanan arus mudik Jakarta – Semarang  pada 15 dan 17 April. Lalu, dua kali perjalanan pada arus balik Semarang – Jakarta pada 25 dan 28 April.

Bacaan Lainnya

Melalui Program Mudik Gratis Sepeda Motor yang digagas Kementerian Perhubungan, penugasan ini memang dilakukan untuk meminimalisir antrean pemudik yang mengular bagi para pemudik motor dari Ciwandan, Banten menuju Panjang Lampung dan sebaliknya.

Direktur Utama PT Pelni (Persero) Tri Andayani menyampaikan hal ini saat Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo berkunjung ke Kantor Pelni.

Dalam kunjungan tersebut, keduanya turut meninjau pusat kendali operasi yang tersambung dengan satelit, sehingga memungkinkan ruang kendali tersebut memonitor keberadaan seluruh kapal Pelni yang terdiri dari 26 kapal penumpang, 42 kapal perintis, dan 9 kapal barang. “Dari ruang kendali ini, kita bisa melihat titik keberadaan kapal serta memantau situasi seluruh sudut kapal yang terpasang CCTV selama 24 jam penuh,” ujar Anda, Jumat, 28/4.

Dengan sistem ini, pihaknya menyebutkan PT Pelni dapat mengambil keputusan yang cepat dan akurat apabila terjadi situasi darurat atau keadaan yang membutuhkan penanganan segera.

Tak hanya itu, Anda pun memperlihatkan kemampuan dari operation room Pelni yang dapat menunjukan kecepatan kapal, titik koordinat, serta kondisi cuaca di wilayah setempat.

“Pak Menhub dan Pak Wamen BUMN II juga dapat melihat sendiri jumlah penumpang yang di atas Kapal serta cuaca, seperti kecepatan angin dan ketinggian ombak. Ini dimungkinkan karena kami juga tersambung dengan data real time BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika),” ujarnya.

Pelni sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran saat ini mengoperasikan 26 Kapal Penumpang yang melayani 1.058 ruas dan menyinggahi 71 pelabuhan.

Selain angkutan penumpang, Pelni juga melayani 42 trayek Kapal Perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP, di mana Kapal Perintis menyinggahi 273 pelabuhan dengan total 3.495 ruas.

Pelni pun mengoperasikan sebanyak 16 Kapal Rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini Pelni mengoperasikan 10 trayek Tol Laut serta 1 trayek khusus untuk Kapal Ternak.*