Penerima Bansos Kini Bisa Daftar Kartu Prakerja Lho!

Ilustrasi pendaftaran Kartu Prakerja. | ist
Ilustrasi pendaftaran Kartu Prakerja. | ist

FORUM KEADILAN – Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 48 akan dibuka mulai malam ini, Jumat, 17/2/2023, pukul 19.00 WIB. Peserta bisa langsung mendaftar secara mandiri di website resmi www.prakerja.go.id.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Kartu Prakerja gelombang 48 akan menjaring kuota sebanyak 10.000 peserta.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 113 Tahun 2022 yang aturan pelaksanaannya tertera pada Permenko Perekonomian Nomor 17 Tahun 2022, Kartu Prakerja kini bukan lagi sebagai program bantuan sosial (bansos).

Karena tidak lagi menjadi program semi bansos, maka penerima bantuan pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Subsidi Upah (BSU), dan lainnya, dapat menjadi peserta Kartu Prakerja.

“Sejak awal dimulai pada tahun 2020 hingga tahun 2022 lalu, Program Kartu Prakerja menjalankan misi ganda sebagai program peningkatan kompetensi angkatan kerja dan bantuan sosial sehingga menjadi program semi-bansos,” tulis akun Instagram resmi Kartu Prakerja.

“Mulai tahun 2023 Program Kartu Prakerja hanya akan fokus pada peningkatan kompetensi angkatan kerja,” tambahnya.

Perubahan selanjutnya, penerima bantuan sosial kini bisa mendaftar Kartu Prakerja.

Karena tidak lagi menjadi program semi bansos, maka penerima bantuan pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Subsidi Upah (BSU), dan lainnya, dapat menjadi peserta Kartu Prakerja.

Adapun perubahan lainnya pada program Kartu Prakerja yakni nilai manfaat yang akan diterima peserta akan lebih besar.

Total nilai manfaat yang didapat yakni sebesar Rp4,2 juta. Rinciannya, bantuan biaya pelatihan sebesar Rp3,5 juta, biaya pengganti transportasi dan internet Rp600 ribu, dan insentif pengisian survei Rp100 ribu.

Kemudian, perubahan lainnya yakni opsi pelatihan. Jika sebelumnya hanya ada pelatihan dalam jaringan (daring) atau online, kini ada opsi pelatihan luring (offline) dan bauran (hybrid).

Khusus pelatihan daring dapat diakses dari seluruh lokasi. Sedangkan untuk pelatihan luring atau offline pada tahap I ini masih fokus di 10 provinsi. Hal yang sama untuk opsi pelatihan hybrid yakni kombinasi online dan tatap muka, baru fokus di 10 provinsi.

Adapun 10 provinsi lokasi pelatihan luring dan bauran yakni di DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua, Kalimantan Barat, dan Sumatera Utara.*