Gempa M 7,5 di Tanimbar, Puluhan Rumah Rusak Parah

RUMAH rusak di Tanimbar Selatan, Maluku akibat gempa M 7,5, Selasa, 20/1/2023 dini hari. | Dok BNPB

FORUM KEADILAN– Gempa berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Selasa, 10/1/2023 pukul 02.47 WIT. Akibatnya, puluhan rumah warga dan sekolah mengalami kerusakan parah.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Tanimbar Erik Uruwatuw menjelaskan, rumah warga yang rusak itu tersebar di beberapa desa dan kecamatan.

Bacaan Lainnya

Data sementara hingga pagi ini pukul 08.13 WIB, BNPB menyebut 15 rumah warga Kepulauan Tanimbar mengalami kerusakan, dengan rincian 1 rumah rusak berat, 3 rusak sedang, dan sisanya masih dilakukan penilaian tingkat kerusakan.
Untuk Kabupaten Maluku Barat Daya, laporan visual kerusakan rumah warga didapati dari Desa Watuwei, Kecawatan Dawelor Dawera.

Selain rumah, di Saumlaki, fasilitas pendidikan SMP Kristen Saumlaki dan SMA Negeri 1 Saumlaki, Tanimbar Selatan, mengalami kerusakan. Sedangkan dampak korban, BPBD setempat menyebutkan satu warganya luka-luka.

Erik mengaatakan data jumlah kerusakan rumah warga yang diterima itu masih bersifat sementara dan masih bisa bertambah. “Ini hanya data sementara masih bisa bertambah, tadi malam juga dari Pusdalok BNPB meminta saya memantau dampak keruskaan jadi data masuk langsung saya kirim ke mereka,” katanya.

Gempa 7,5 magnitudo yang mengguncang Kepulauan Tanimbar, Maluku, berlokasi pada titik kordinat 7,37 Lintang Selatan dan 130,23 Bujur Timur, tepatnya berada di laut pada jarak 136 km arah barat laut Maluku Tenggara Barat dengan kedalaman 130 km di bawah permukaan laut.

Gempa tersebut ikut dirasakan getarannya hampir di seluruh wilayah Maluku hingga beberapa daerah lainnya, seperti Sorong, Marauke, Nabire, Ende, dan Kupang Rote.

Guncangan yang cukup kuat membuat warga berhamburan keluar dari rumah-rumah. Kepanikan terjadi karena selain kuat, gempa juga cukup lama.

“Gempa paling kuat sekali dan sangat lama hampir satu menit kita rasa guncangannya di sini, kita semua lari dari rumah,” kata Arthur, salah satu warga Saumlaki.*