PRESIDEN BERGANTI KORUPSI ABADI DUA

Pasangan calon presiden dan wakil presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden dan Kemala Haris  keluar sebagai pemenang dalam pemilihan Presiden AS 2020 yang digelar Rabu (3/11) waktu setempat.

Biden dan Harris berhasil mengungguli perolehan suara atas pasangan petahana dari Partai Republik, Donald J. Trump dan Mike Pence.

Setelah berhari-hari penghitungan suara dan terlibat pertarungan yang sengit, Joe Biden akhirnya memenangkan pemilihan dengan meraup 290 electoral votes, menyusul kemenangan tipisnya di negara bagian Pennsylvania.

Seperti dilansir Fox News, Sabtu (7/11/2020), data penghitungan teranyar dari Fox News menunjukkan Biden menang atas petahana Donald Trump di Pennsylvania dengan meraih 49,7 persen suara, dengan Trump meraup 49,2 persen suara.

Biden dipastikan memenangi pilpres setelah dia diproyeksikan menang di Pennsylvania, yang memiliki 20 electoral votes. Biden juga diproyeksikan menang di Nevada, yang memiliki 6 electoral votes. Dengan tambahan 26 electoral votes dari dua negara bagian itu, maka Biden telah meraup 290 electoral votes sedangkan pesaingnya, Donald Trump baru meraup 214 electoral votes.

Jumlah itu telah melampaui ambang batas 270 electoral votes yang diperlukan — dari total 538 electoral votes — untuk bisa memenangkan pilpres AS.

Sebelumnya, ada lima negara bagian yang menjadi perebutan terakhir Biden dan Trump. Kelima negara bagian itu adalah: Nevada (6 electoral votes), Alaska (3 electoral votes), Georgia (16 electoral votes), North Carolina (15 electoral votes), dan Pennsylvania (20 electoral votes).

 

Perhatian Biden Pada Islam

Pernyataan calon presiden Amerika Serikat dari partai Demokrat Joe Biden menggegerkan umat muslim dunia.

Dalam pernyataannya Biden berjanji bahwa ia akan memperlakukan Islam sebagaimana mestinya.

“Saya berjanji kepada Anda sebagai presiden, Islam akan diperlakukan sebagaimana mestinya, seperti keyakinan agama besar lainnya. Saya sungguh-sungguh bersungguh-sungguh,” kata Biden dalam video di Youtube dikutip RINGTIMES BALI dari laman  RRI, Jumat, 6 November 2020.

Bahkan dalam video tersebut Biden mengutip hadist  Nabi Muhammad “Hadist Nabi Muhammad memerintahkan siapa pun di antara kamu melihat kesalahan biarkan dia mengubahnya dengan tangannya jika dia tidak mampu, maka dengan lidahnya jika dia tidak mampu, maka dengan hatinya,” kata Biden.

“Suara Muslim Amerika akan menjadi bagian dari pemerintahan jika saya mendapatkan kehormatan menjadi presiden saya akan mengakhiri larangan (Travel ban) bagi muslim pada hari pertama,” tambah Biden dalam video tersebut.

Belum ada laporan resmi di mana dan kapan Biden mengucapkan janji tersebut.

 

You might also like