Polres Sleman Memudahkan Masyarakat BuatE-Form SIM dan E-Notif

Yogyakarta – Forumkeadilan.com
Kasat Lantas Polres Sleman AKP Mega Tetuko, S.I.K memudahkan masyarakat membuat ataupun mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM), Polres Sleman, Yogyakarta menyediakan e-Form SIM.
Kasat Lantas Polres Sleman AKP Mega Tetuko, S.I.K, mengatakan, inovasi ini untuk meminimalisir adanya praktik pungutan liar alias pungli ketika masyarakat mengurus SIM.”Selain untuk memudahkan masyarakat dalam menerima pelayanan Satlantas terutama pada bidang layanan SIM, dan juga bertujuan untuk zero pungli,” kata Mega di Mapolres Sleman, Jalan Magelang, Krapyak, Yogyakarta, Jumat (11/10).

Turut hadir dalam acara ini, Ketua Tim Divisi Humas Mabes Polri, Alfian Nurnas,SH, perwakilan dari kabidhumas Polda Yogyakarta, Form ini, tegas Mega, merupakan salah satu yang terbaik se-Indonesia. Pasalnya, cara penggunaannya mudah bagi masyarakat yang berniat untuk membuat SIM. Fiturnya lengkap dan sangat memanjakan.”Masyarakat yang semula mengisi formulir pendaftaran untuk SIM dilakukan secara manual kita bentuk ke arah digital,” ujarnya.

Mega juga menjelaskan, selain e-Form SIM juga ada e-Notif yang keduanya saling berkesinambungan. “E-notifikasi adalah salah satu layanan kami untuk mengingatkan terkait dengan masa berlaku SIM,” jelas dia sembari menambahkan kalau aplikasi ini sudah mulai disosialisaikan semenjak tiga bulan yang lalu. Dalam kesempatan yang sama Bhabinkamtibmas Polres Sleman Mampu Tekan Kenakalan Remaja Perawakannya cukup besar seperti atlet binaraga, namun hatinya lembut seperti kapas. Itulah Aiptu Ifanudin anggota Bhabinkamtibmas Polres Sleman Yogyakarta. Ujung tombak Polisi kepada masyarakat ini mampu menekan tingkat kenakalan remaja di wilayah hukum Polres Sleman. Caranya unik, dia masuk ke pengajian ibu-ibu.

“Sebenarnya berawal dari keprihatinan kami dengan perilaku remaja sekarang, perilaku remaja sekarang itu kan ke dalam bahasa kelebihan energi dan orang tua dengan anak itu sekarang ada jarak,” katanya. Sejak 2006 dan berangkat dari keprihatinanya melihat tingkah laku remaja yang makin terbilang mengkhawatirkan. Ifan mulai melakukan pendekatan. Ia masuk dan turut serta dalam pengajian-penjajian ibu-ibu. Pesannya jelas, menyampaikan tentang apa yang terjadi pada remaja di Sleman saat ini.

Pendekatan yang unik juga dilakoni Ifan dengan mengajak para remaja untuk fitnes, bukan di tempat fitnes yang dipakai oleh para selebriti dengan segala peralatan pengolah bodi yang canggih. Ifan membuat alat fitnes itu dari besi-besi yang sudah tak terpakai.
“Fitnes yang kami buat sendiri dengan alat seadanya dari besi yang kami beli di sebelah selatan Polsek Gamping, itu ada pengepul rosok yang ternyata besinya bagus-bagus, sekarang membernya sudah hampir 1.000 baru berdiri dua tahun,” ujarnya. (Ipah Musrifah)

You might also like