Minggu, 31 Agustus 2025
Menu

Rosan Laporkan Investasi Semester I 2025 Capai Rp942,9 T

Redaksi
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, saat memberikan keterangan pers di kantor Presiden, pada Rabu, 23/4/2025. | YouTube Sekretariat Presiden
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, saat memberikan keterangan pers di kantor Presiden, pada Rabu, 23/4/2025. | YouTube Sekretariat Presiden
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM melaporkan terkait realisasi investasi hingga semester I 2025 mencapai Rp942,9 triliun atau tumbuh 13,6 persen year on year (yoy).

Kementerian menyatakan ada 1.259.868 serapan tenaga kerja dari realisasi. Capaian investasi tersebut telah mencapai 49,5 persen dari target 2025 yang ditargetkan sebesar Rp1.905,6 triliun.

“Ini sangat sesuai dengan rencana yang kita jalankan. Yang paling penting yang ingin saya highlight adalah penyerapan tenaga kerjanya, tepatnya 1.259.868 orang. Ini adalah tenaga kerja yang tercipta dari 6 bulan pertama di 2025,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam Konferensi Pers di Kementerian Investasi, Jakarta Selatan, Selasa, 29/7/2025.

Realisasi investasi di semester ini diklaim masih lebih besar dirasakan di luar Pulau Jawa, yaitu mencapai Rp476 triliun atau 50,5 persen. Sedangkan 49,5 persen sisanya terbesar di pulau Jawa dengan nilai investasi Rp466,9 trilun.

Sementara itu, kontribusi penanaman modal asing (PMA) pada semester I 2025 mencapai Rp432,6 triliun atau 45,9 persen. Nilai tersebut lebih kecil dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp510,3 triliun atau 54,1 persen dari capaian investasi.

Gabungan realisasi PMA dan PMDN pada pertengahan 2025 paling besar dirasakan oleh Jawa Barat (Jabar) dengan nilai Rp141 triliun atau 15 persen. Disusul DKI Jakarta yang menyerap investasi Rp140,8 triliun, Jawa Timur Rp74,7 triliun, Sulawesi Tengah Rp64,2 trilun, beserta Banten Rp60,7 triliun.

Singapura tercatat sebagai negara dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia sebesar US$8,8 miliar. Lalu, ada Hong Kong yang memberikan US$4,6 miliar, Cina US$3,6 miliar, Malaysia US$1,7 miliar, dan Jepang senilai US$1,6 miliar.

“Singapura masih mendominasi sudah sekian cukup lama, apalagi hubungan antara negara ASEAN makin baik, makin erat, kita lihat dari saling mengunjungi kepala negara ini cukup sering. Kita lihat Pak Anwar Ibrahim (PM Malaysia) dalam waktu 3 minggu 2 kali datang ke sini,” jelasnya.

Rosan memaparkan 5 besar subsektor realisasi investasi per Juni 2025, baik dari perusahaan asing maupun perusahaan dalam negeri. Paling besar datang dari industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya senilai Rp134,4 triliun atau 14,3 persen.

Kedua, subsektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi senilai Rp110,7 triliun atau 11,7 persen. Ketiga, subsektor pertambangan sebesar Rp102,2 triliun atau 10,8 persen.

Keempat, ada jasa lainnya sejumlah Rp85,7 triliun atau menyumbang 9,1 persen. Kelima, subsektro perumahaan, kawasan industri, perkantoran senilai Rp75 triliun alias 8 persen.*