Minggu, 31 Agustus 2025
Menu

Mensos Sebut 63 Titik Sekolah Rakyat Siap Beroperasi Mulai 14 Juli

Redaksi
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 7/7/2025 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 7/7/2025 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan perkembangan terbaru terkait program pembangunan Sekolah Rakyat. Ia menyebut, per 7 Juli, telah ada 63 titik Sekolah Rakyat yang siap memulai kegiatan belajar mengajar pada 14 Juli 2025, setelah sarana dan prasarana selesai direnovasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Ya, alhamdulillah sekolah rakyat ini insyaallah nanti tanggal 14 akan kita mulai di titik yang sarana-prasarannya sudah selesai direnovasi oleh (Kemen) PU. Per hari ini tadi sudah ada kabar 63 titik, insyaallah sudah siap digunakan pada tanggal 14 Juli untuk memulai pembelajaran,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 7/7/2025.

Menurut Gus Ipul, pembelajaran normal dimulai dengan para siswa, guru, dan tenaga pendukung mengikuti pemeriksaan kesehatan bersama. Setelah itu, mereka akan menjalani masa orientasi selama satu hingga tiga bulan, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing titik.

“Pembelajaran akan kita mulai dengan cek kesehatan bersama baik untuk siswa, guru, dan tenaga kepentingan. Setelah itu mereka melakukan masa orientasi bersama-sama dalam mungkin 1, 2, 3 bulan sesuai dengan kebutuhannya. Sampai sebelum akan memulai pembelajaran normal,” ujarnya.

Gus Ipul menjelaskan, titik-titik Sekolah Rakyat tersebut tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia dan bakal rampung pada akhir Juli dengan jumlah 100 titik.

“Ya ada di hampir semua ya, dari Sabang sampai Merauke. Tapi target kita kan ada 100 ya. Ini baru 63 yang insyaallah selesai tanggal 14 Juli. Akhir Juli insyaallah 37-nya selesai. Jadi sehingga semuanya 100 titik. Target kita memang ada 200 titik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut, jumlah siswa yang akan mengikuti pembelajaran pada 100 titik pertama diperkirakan mencapai 9.700 anak. Sedangkan pada 100 titik kedua yang direncanakan untuk rintisan tahun ajaran 2025-2026, potensi jumlah siswa mencapai 10 ribu orang.

“Untuk yang 100 titik pertama 9.700 insyaallah. Untuk 100 titik kedua potensinya ya, baru potensi itu 10.000 siswa,” jelasnya.

Gus Ipul juga memaparkan persebaran titik Sekolah Rakyat, dengan mayoritas berada di Pulau Jawa hampir mencapai 40 persen.

“Ya tentu terbesar dari 100 itu 40-an persen ya. 40-an persen itu ada di Jawa. Dari 100 titik. Tapi di Papua ada, di Aceh ada. Maluku juga ada. Kalimantan ada, semua ada,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari