ASN Bakal WFA, DPR Kritik Produktivitas Kerja

FORUM KEADILAN – Rencana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) untuk menerapkan skema Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapatkan sorotan dari DPR RI. Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Aria Bima mempertanyakan efektivitas kebijakan tersebut di tengah isu produktivitas ASN.
“Mohon maaf, kerja yang masuk kantor saja kadang ASN ini enggak produktif, kadang ASN ini tidak efektif di dalam pendisiplinan kinerjanya,” katanya, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 24/6/2025.
Meski mengakui WFA sebagai terobosan di masa efisiensi anggaran, Aria menekankan pentingnya evaluasi terhadap dampak yang ditimbulkan terhadap kinerja dan pelayanan publik. Ia meminta pemerintah agar tetap terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat dalam implementasi kebijakan ini.
“Sebenarnya efektif enggak? Efeknya ada enggak? Mengganggu pelayanan publik enggak? Mengganggu koordinasi enggak? Ada pengawasan enggak? Ini harus dilihat betul-betul di dalam pelaksanaan kerjanya,” ujar Aria.
Lebih lanjut, Aria menilai, kesiapan infrastruktur digital di berbagai wilayah belum merata, terutama terkait akses jaringan internet. Oleh sebab itu, ia menyarankan agar kebijakan WFA diuji coba terlebih dahulu di daerah-daerah yang sudah siap secara digital.
“Sudah cukup merata untuk hal-hal yang terkait dengan blank spot atau terkait dengan sinyal-sinyal seluruh Indonesia ini sudah cukup merata belum? Atau peraturan itu cukup sektoral dulu? Kita pakai misalnya pilot project yang sudah jelas sistemnya baik untuk DKI, Jawa Barat itu dicek dulu,” jelasnya.
Ia menilai, pelaksanaan kebijakan ini harus melalui berbagai simulasi dan tidak bisa diterapkan secara instan tanpa adanya mekanisme pengawasan dan koordinasi.
“Tidak begitu mudah langsung diterapkan begitu saja, tanpa ada suatu proses untuk koordinasi pengawasan dan masing-masing ASN yang bekerja dari rumah dengan sistem digital era komputerisasi saat ini,” ujarnya.
Selain itu, Aria juga menyoroti kesiapan literasi digital ASN yang menurutnya masih beragam. Ia mendorong adanya pelatihan standar kompetensi ASN dalam penggunaan gadget.
“Mungkin saya ini bawa laptop, saya bawa iPad, tapi bisanya cuma nge-Zoom saja atau hanya program-program tertentu yang sangat praktis. Sementara kalau menggunakan sistem WFA ini adalah suatu proses yang tidak mudah,” pungkasnya.*
Laporan oleh: Novia Suhari