Bahlil Ungkap Kelangkaan BBM Dipicu Pihak Tertentu Antre di SPBU dengan Tujuan Lain
FORUM KEADILAN – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kondisi stok bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini masih berada dalam batas minimal yang ditetapkan pemerintah, yakni untuk memenuhi kebutuhan selama 18-20 hari.
Bahlil mengatakan, antrean panjang BBM yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di Sulawesi Selatan, bukan semata-mata disebabkan oleh kelangkaan stok nasional. Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
“BBM itu kan secara cadangan stok nasional kita kan dalam batas minimal nasional, 18-20 hari. Kemudian yang terjadi di Sulawesi Selatan kemarin itu menjadi antrean panjang karena banyak faktor,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 16/9/2026.
Salah satu faktor yang disoroti Bahlil adalah adanya pihak tertentu yang mengantre di SPBU dengan tujuan lain. Ia menyebut, pemerintah telah menemukan sejumlah alat bukti terkait dugaan tersebut.
“Salah satu di antaranya adalah ada memang pihak-pihak ngantre di pompa bensin hanya untuk, ya ada maksud lain lah kira-kira begitu. Dan alat buktinya kan sudah banyak,” ujarnya.
Ketua Umum Partai Golkar itu juga menanggapi fenomena peralihan pengguna BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Kondisi tersebut berimbas terhadap meningkatnya antrean di sejumlah SPBU. Ia mengatakan, Kementerian ESDM saat ini tengah memformulasikan aturan untuk mengatur persoalan tersebut. Ia meminta masyarakat yang dinilai mampu agar tidak menggunakan BBM subsidi.
“Ya memang kita lagi ada memformulasikan aturannya,” katanya.
Menurut Bahlil, BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang memang berhak menerimanya. Karena itu, ia mengimbau masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih agar menggunakan BBM nonsubsidi.
“Makanya dalam berbagai kesempatan kan saya menganjurkan agar saudara-saudara saya yang mampu, yang mobilnya bagus, tolonglah kita jangan sampai memakai BBM subsidi,” ucapnya.
Ia menegaskan, penggunaan BBM subsidi perlu tepat sasaran agar masyarakat yang menjadi sasaran penerima subsidi tetap dapat memperoleh BBM sesuai dengan kebutuhannya.
“Karena itu kan BBM subsidi itu kan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” tutup Bahlil.*
Laporan oleh: Novia Suhari
