Roy Suryo Buka Suara Soal Pernyataan Budi Arie yang Sebut Pemilu 2029 Lebih Cepat
FORUM KEADILAN – Pakar teleinformatika Roy Suryo merespons soal video pernyataan mantan Menteri Koperasi Desa (Kopdes) sekaligus Ketua Umum (Ketum) Projo Budi Arie yang ramai dan viral di media sosial sejak Senin, 24/8/2026 lalu dalam peringatan HUT ke-12 Projo di Jakarta, Minggu, 23/8.
Terlihat dalam video tersebut, Budi Arie yang duduk di samping Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan soal insting politiknya terkait kemungkinan terjadinya percepatan pemilu sebelum 2029.
Roy Suryo menilai, pernyataan yang dilontarkan oleh Budi Arie tersebut berbahaya dan ia pun mempertanyakan mengapa Jokowi hanya diam saja saat itu.
“Bahkan terindikasi bisa makar dengan memanfaatkan aksi demo masyarakat dalam waktu dekat sebelum 2029. Lucunya, Jokowi yang berada tepat di sampingnya (sengaja) diam saja, maka tidak bisa disalahkan bila ada yg berpendapat dialah justru mastermind statement tersebut,” ujar Roy Suryo dalam keterangannya, Selasa, 25/8.
Roy juga mengaku heran dengan sikap pihak intelijen yang tidak memberikan respons terkait video pertanyaan Budi Arie tersebut. Menurutnya, hal ini sudah menimbulkan keresahan bahkan kegaduhan di masyarakat.
“Saya terus terang heran mengapa Aparat intelijen tampak belum tanggap dengan video yang sudah sangat viral di atas? Seharusnya minimal Budi Arie bisa dimintai keterangan, apa maksud dan tujuan statement tersebut,” pungkasnya.
Sebelumnya diketahui, pernyataan Budi Arie ramai menjadi sorotan publik usai videonya viral di media sosial yang menyebut kemungkinan terjadinya perubahan politik sebelum 2029.
Ia mengungkapkan sudah menyampaikan kepada Jokowi bahwa insting politiknya melihat sesuatu yang “lebih cepat dari 2029”.
“Tetapi saya ingin sampaikan, tadi saya sudah bisik ke Pak Jokowi, Pak kok insting saya ini lebih cepat dari tahun 2029. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau, kita masih ngomong Pemilu 2029 Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Oke kita siap nggak?” ujar Budi Arie.
Pernyataan itu disorot karena sebelumnya Budi Arie menegaskan bahwa Projo tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran pada 2029 sesuai dengan keputusan Kongres ke-3 Projo.
“Projo sesuai Kongres ketiga Projo, tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran sampai 2029,” tutur Budi Arie.*
