Jumat, 31 Juli 2026
Menu

Solar Langka di Riau, Pengamat Nilai Ada Penyimpangan Distribusi

Redaksi
Ilustrasi solar habis | Ist
Ilustrasi solar habis | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Pengamat Energi Hadi Ismoyo menyebut bahwa kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, salah satunya solar, di Sumatra, khususnya Riau, terjadi lantaran adanya penyimpangan distribusi yang tidak tepat sasaran.

Hal ini menanggapi laporan surat pembaca ke redaksi Forum Keadilan yang menyebut bahwa sejumlah masyarakat di Riau mengeluhkan adanya kelangkaan BBM khususnya solar. Hal ini dipicu solar bersubsidi dibatasi dan membuat banyaknya aksi penyalahgunaan solar industri di lapangan.

“Menurut pendapat kami, kelangkaan terjadi di beberapa wilayah mostlikely karena masalah logistik dan distribusi saja. Kami tidak melihat ada kaitannya karena stok BBM,” ujar Hadi kepada Forum Keadilan, Jumat, 31/7/2026.

“Artinya masalah yang terjadi umumnya ada dua, cuaca ekstrem (banjir) dan masalah penyimpangan distribusi tidak tepat sasaran. Terkait subsidi tidak tepat sasaran, hal tesebut tidak menutup kemungkinan terjadi, diselewengkan oleh oknum pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” jelas Hadi lagi.

Hadi juga menyoroti hal lain yang diduga menjadi penyebab kelangkaan ini. Salah satunya, terdapat perbedaan harga pasar internasional yang cukup jauh.

“Namun, tidak menampik ada kecurigaan terkait seretnya pasokan BBM subsidi karena gap terhadap harga market internasional yang cukup lebar, sehingga nilai subsidi aktual tidak match dengan nilai subsidi yang diberikan oleh pemerintah,” ungkap Hadi.

Dewan Penasihat Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) 2025-2028 ini pun menjelaskan, Pertamina sendiri memiliki landasan hukum yang kuat untuk melakukan pengamankan cargo, baik itu impor crude ataupun BBM yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pengadaan Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak (BBM), dan/atau Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk Ketahanan Energi Nasional. Ia memandang bahwa manuver pengamanan hingga strategi dalam negosiasi yang dilakukan pemerintah sudah berjalan baik.

“Sudah dijalankan dengan baik, karena ada pasal-pasal yang melindungi Pertamina untuk melakukan manuver strategis dalam negosiasi,” tuturnya.

Menurutnya, pemerintah dapat melakukan kerja sama dengan TNI-Polri untuk melakukan pengamanan distribusi BBM ke wilayah-wilayah di Indonesia.

“Kami masih percaya TNI-Polri masih banyak yang benar-benar menegakkan merah putih,” tegas dia.

Sebagai informasi, kelangkaan BBM bersubsidi terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dan memicu antrean panjang kendaraan di berbagai SPBU. Terbaru, masyarakat di wilayah Riau mengeluhkan kelangkaan solar bersubsidi dan membuat banyaknya aksi penyalahgunaan solar industri.

Kondisi tersebut pun mengganggu aktivitas masyarakat hingga distribusi barang. Pemerintah dan Pertamina sebelumnya menyatakan terus melakukan langkah penanganan untuk memastikan distribusi BBM kembali normal.*

Laporan oleh: Puspita Candra Dewi