Kamis, 30 Juli 2026
Menu

Kepuasan Publik Terhadap Prabowo Turun di Bawah KDM, Gerindra: Survei Itu Fluktuatif

Redaksi
Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 30/7/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 30/7/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan.

Bahkan, tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo berada di posisi kedua dengan capaian 14,5 persen, di bawah Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi (KDM) yang memperoleh 35 persen.

Menurutnya, hasil survei bersifat dinamis sehingga wajar apabila terjadi perubahan dari waktu ke waktu maupun perbedaan hasil antar lembaga survei.

“Ya kan kalau yang namanya survei kan fluktuatif, kadang naik, kadang turun, dan itu kemudian survei yang satu dengan yang lain kadang-kadang ada yang sama, kadang-kadang ada yang beda. Nah itu aja komentar saya,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 30/7/2026.

Selain itu, Dasco menegaskan, hasil survei tersebut akan dipelajari dan dijadikan sebagai bahan masukan bagi pemerintah. Wakil Ketua DPR RI itu juga menjelaskan, pihaknya tengah mengkaji temuan survei tersebut untuk melihat sejauh mana hasilnya mencerminkan kondisi yang terjadi di masyarakat saat ini.

“Ya, ada beberapa survei SMRC. Nah tentunya kami juga sedang mempelajari dan juga kami kaji. Tentunya juga hasil survei juga itu adalah berupa masukan-masukan ya. Nanti kita akan kompilasi, dan kami berharap pihak pemerintah dalam hal ini kemudian mengimbangi apabila memang hasil kajiannya ada beberapa hal yang kemudian memang terjadi pada saat ini,” jelasnya.

Ia menilai, apabila hasil kajian memang menunjukkan adanya persoalan yang sesuai dengan kondisi di lapangan, maka hal tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah.

“Iya, kalau memang hasil kajiannya kan ada yang kemudian memang sesuai dengan keadaan pada saat ini,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari