Selasa, 31 Maret 2026
Menu

Vietnam Hapus Sejumlah Pajak BBM, Bensin Hingga Bahan Bakar Jet

Redaksi
Bendera Vietnam | Ist
Bendera Vietnam | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Pemerintah Vietnam menghapus beberapa pajak bahan bakar minyak (BBM) mulai dari bensin, solar, hingga bahan bakar jet mulai 27 Maret hingga 15 April 2026.

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah darurat yang bertujuan meredam lonjakan biaya energy hingga melindungi rumah tangga dan bisnis di tengah gangguan pasokan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Dilansir The Business Times, pungutan lingkungan maupun pajak cukai akan dikurangi menjadi nol persen, hingga pajak pertambahan nilai (PPN) tidak lagi diberlakukan untuk bahan bakar utama.

Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan 482 yang ditandatangani oleh Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh, pada Kamis, 26/3/2026.

Kementerian Keuangan Vietnam memperkirakan perubahan itu akan mengurangi pendapatan Anggaran Negara sekitar 7,2 triliun dong atau US$351,3 juta yang setara Rp5,97 triliun (asumsi kurs Rp17.000 per dolar) per bulan.

Langkah itu juga dianggap sebagai bentuk dukungan tidak langsung bagi rumah tangga dan perusahaan yang sedang berjuang menghadapi kenaikan biaya.

“Pihak berwenang Vietnam adalah salah satu yang pertama bereaksi di kawasan ini dan telah waspada terhadap situasi tersebut. Pendekatan kebijakan mereka yang gesit memastikan bahwa penyesuaian dilakukan tepat waktu, dan kami memperkirakan hal ini akan terus berlanjut,” jelasnnya.

Vietnam pun telah meningkatkan upaya diplomatik untuk mengamankan pasokan energi tambahan. Chinh melakukan panggilan telepon dan mengirim surat kepada mitra asing, sekaligus berkoordinasi dengan duta besar di Hanoi untuk meminta dukungan.

Vietnam juga mengamankan sekitar empat juta barel minyak mentah dari mitra-mitranya dan sedang menjajaki akses ke cadangan strategis, termasuk dari Jepang.

Vietnam juga sudah meningkatkan kerja sama energi dengan Rusia sebagai bagian dari upaya untuk mendiversifikasi bauran energinya agar tidak bergantung pada bahan bakar fosil selama dekade mendatang. *