Jumat, 13 Maret 2026
Menu

Bahlil Pertimbangkan Opsi Kerja 4 Hari Demi Hemat BBM

Redaksi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia | Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia | Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan kemungkinan Indonesia menerapkan empat hari kerja bagi masyarakat.

Hal ini bertujuan untuk efisiensi bahan bakar minyak (BBM) di tengah konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Bahlil menyampaikan hal ini untuk merespons apakah Indonesia bakal mengikuti langkah Filipina.

“Tapi belum ada keputusan yang pasti, karena semua alternatif dalam kondisi yang tidak stabil begini. Harus kita mencari berbagai alternatif-alternatif,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 12/3/2026.

Saat ini, kata Bahlil, pemerintah masih mempelajari alternatif lain yang tersedia. Menurutnya, pemerintah mendorong efisiensi bahan bakar.

Diketahui, Filipina sudah menetapkan empat hari kerja untuk masyarakatnya akibat perang Iran dan AS-Israel.

Presiden Filipina Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. menyebut bahwa keputusan tersebut bertujuan meringankan dampak ekonomi yang dialami oleh Filipina dari konflik Timur Tengah itu.

“Kita adalah korban perang yang bukan kemauan kita,” tutur Bongbong lewat pernyataan dikutip dari AFP pada Jumat, 6/3.

“Tapi kita memegang kendali atas perlindungan terhadap rakyat Filipina,” lanjut dia.

Adapun kebijakan tersebut berlaku sejak Senin, 9/3. Kebijakan ini dimulai dari kantor pemerintahan. Walaupun demikian, kebijakan ini tak berlaku untuk pekerja layanan publik, termasuk polisi hingga pemadam kebakaran.

Diperkirakan, harga BBM di Filipina meroket akibat Selat Hormuz ditutup. Iran menutup selat tersebut sejak Minggu, 1/3. Selain itu, Iran juga menyatakan bahwa mereka akan menyerang kapal apa pun yang melintas, kecuali kapal Rusia dan Cina.*