Kamis, 15 Januari 2026
Menu

Menhut Usulkan 21 Ribu Personel Polhut ke DPR

Redaksi
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 23/1/2025. | Instagram @rajaantoni
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 23/1/2025. | Instagram @rajaantoni
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengusulkan tambahan 21 ribu personel polisi kehutanan (polhut) dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR, pada Rabu, 14/1/2026.

Raja Juli mengatakan bahwa usul penambahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengawasan kawasan hutan dampak insiden bencana banjir dan longsor di Sumatra yang diduga akibat deforestasi.

“Kementerian Kehutanan mengusulkan penambahan Polhut kurang lebih sebesar 21 ribu personel,” ujar Raja Juli dalam rapat di kompleks parlemen, Jakarta.

Raja Juli mengaku bahwa sudah melakukan hitung-hitungan rasio ideal polisi kehutanan berdasarkan luas hutan di Indonesia saat ini.

Ia menyebut bahwa satu polisi akan menjaga 5 ribu hektare hutan.

Diketahui saat ini, total ada 4.800 polisi hutan di bawah Kemenhut. Tetapi, dirinya menargetkan jumlahnya menjadi 25 ribu, sehingga masih dibutuhkan tambahan sekitar 21 ribu.

“Kami telah mengusulkan rasio Polhut yang relatif ideal yaitu satu Polhut mengawasi 5 ribu hektar kawasan hutan, sehingga dibutuhkan total 25 ribu personel Polhut di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Raja Juli juga mengusulkan penambahan 35 Pusat Koordinasi Wilayah Kehutanan (Puskorwilhut). Ia mengatakan Puskorwilhut dibutuhkan untuk menjadi jembatan koordinasi agar rentang kendali semakin terstruktur.

Puskorwilhut juga diperlukan untuk mempermudah koordinasi dengan pemerintah daerah maupun Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda).

“Pembentukan Puskorwilhut ini akan menjadi jembatan koordinasi kebijakan dengan rentang kendali program kehutanan menjadi lebih terstruktur, terintegrasi dari pusat hingga tapak,” pungkasnya. *