Senin, 12 Januari 2026
Menu

Dharma Pongrekung Buka Suara Usai Jadi Materi Mens Rea Pandji: Seneng, Saya Anggap Ini Berkah

Redaksi
Mantan calon Gubernur DKI Jakarta Dharma Pongrekun dalam tayangan YouTube Ngaji Roso | YouTube Ngaji Roso (Mas Hendra)
Mantan calon Gubernur DKI Jakarta Dharma Pongrekun dalam tayangan YouTube Ngaji Roso | YouTube Ngaji Roso (Mas Hendra)
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Mantan calon Gubernur DKI Jakarta Dharma Pongrekun menjadi salah seorang yang dijadikan lelucon oleh komika Pandji Pragiwaksono dalam gelaran stand up comedy bertajuk ‘Mens Rea’.

Dharma mengaku tidak masalah dirinya menjadi salah satu materi dalam acara tersebut. Dia justru mengaku senang namanya disandingkan dengan sejumlah tokoh, seperti Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Seneng, karena apa? Saya ditaruh di depan. Walaupun kemudian, ya agak-agak. Enggak apa-apa. Buat saya begini, sesuatu itu tergantung sudut pandang kita. Kalau saya anggap ini sebagai berkah. Siapa saya? Digabungkan dengan Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran, terus kemudian siapa lagi tuh? Pak Jokowi, terus Ibu Mega,” ungkap Dharma dalam tayangan YouTube Ngaji Roso yang dilihat Senin, 12/1/2026.

“Jadi dari situ saya bersyukur aja. Saya enggak ada rasa tersinggung,” sambungnya.

Di samping itu, Dharma mengaku bahwa dirinya ingin bertemu dengan Pandji. Katanya, ia ingin berdiskusi dengan Pandji soal pandangannya tentang Covid-19. Hal ini lantaran dalam gelaran ‘Mens Rea’ Pandji menyinggung pandangan Dharma terkait Covid-19.

“Untuk menjelaskan dari A sampai Z, kenapa saya tidak takut dengan Covid, karena saya punya dokumennya, karena saya tahu apa yang terjadi. Lihat sekarang, semua pakai AI. Semua pakai AI. Tidak ada yang terlewatkan. Bahkan kamera-kamera yang ngambil di Mens Rea semuanya pakai AI. Gitu. Drone dan sebagainya, dikendalikan oleh AI,” jelas Dharma.

“Jadi Covid itu Certificate of Vaccine Identification Digital dikendalikan oleh AI. Gitu. Itu sih maksudnya kenapa ada pandemi Covid,” lanjut dia.

Kemudian, ia kembali mengaku tidak masalah dirinya dijadikan materi oleh Pandji. Akan tetapi, menurut dia, ada pemilihnya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang merasa tersinggung dan tidak terima. Sebab, Pandji juga menyinggung perolehan suara Dharma dalam pertunjukan tersebut.

“Nah, yang menjadi persoalan adalah mereka yang 10,6 persen yang merasa memilih karena dianggap oon. Ah itu yang enggak terima, karena mereka merasa, mereka yang waras,” kata dia.*