Luke Thomas Mahony Ditunjuk Danantara Jadi Dirut PT DSI, BUMN Ekspor Indonesia
FORUM KEADILAN – CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkap bahwa Luke Thomas Mahony ditunjuk jadi Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Sebagai informasi, Luke pernah menjabat sebagai Direktur di PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Rosan mengatakan bahwa nantinya jajaran lengkap PT DSI akan diumumkan secara resmi, termasuk latar belakang mereka.
Rosan menyebut, pihaknya saat ini sedang melakukan penguatan tim.
“Ya ini kan kita lagi dalam tahap untuk menguatkan tim. Nanti kita akan, nanti akan kita tampilkan full-nya tim. Bisa dilihat track record-nya apa, kemampuannya jelas gitu, seperti kita bangun Danantara dulu,” tuturnya.
Rosan menyebut pihak juga akan melakukan sosialisasi soal PT DSI dan mendengarkan masukan dari para asosiasi pengusaha.
“Nanti kita mau ini dulu, mendengarkan masukan. Nanti sore juga dari semua asosiasi, para Kadin, Apindo, asosiasi sawit, APBI, batu bara, semua kita juga sekaligus sosialisasi,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pembentukan perusahaan itu dengan tujuan memperkuat pengawasan ekspor sekaligus mencegah praktik ilegal dalam perdagangan sumber daya alam (SDA).
Praktik ilegal yang dimaksud meliputi kurang bayar (under-invoicing), Praktik pemindahan harga (transfer pricing), hingga pelarian devisa hasil ekspor ke luar negeri.
Di samping itu, BPI Danantara mengungkap alasan pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai badan usaha milik negara (BUMN) baru yang akan menangani ekspor komoditas strategis Indonesia.
Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, mengatakan bahwa pembentukan PT DSI adalah tindak lanjut atas mandat Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat tata kelola ekspor nasional.
“Ini (PT DSI) kan langsung di bawah Danantara. Yang punya capital besar dan size besar kan Danantara,” kata Rohan dalam taklimat media di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Rabu, 20/5/2026.
Menurutnya, Danantara dipilih karena mempunyai kapasitas modal besar sehingga dinilai mampu menjalankan amanat pemerintah dalam memperbaiki tata kelola ekspor secara optimal.
PT DSI nantinya akan bekerja langsung di bawah BPI Danantara dengan fokus mengelola transaksi ekspor sejumlah komoditas sumber daya alam strategis.
Pada tahap awal, yaitu mulai 1 Juni hingga 31 Desember 2026, PT DSI akan berfungsi sebagai penilai sekaligus perantara antara penjual dan pembeli untuk komoditas tertentu yang diekspor ke luar negeri.
Mulai Januari 2027, PT DSI akan bertransformasi menjadi perusahaan trader yang membeli langsung komoditas dari eksportir, memegang barang, sekaligus menanggung risiko perdagangan sebelum menjualnya ke pasar internasional.
Pendapatan hasil ekspor nantinya akan diterima dalam mata uang asing sesuai negara tujuan transaksi. Tetapi, seluruh devisa hasil ekspor itu dipastikan akan kembali ke Indonesia.
Pemerintah menugaskan PT DSI untuk mengelola dan mengawasi ekspor komoditas sumber daya alam strategis, seperti minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan ferroalloy. *
