Dubes Iran di PBB: 1.332 Warga Sipil Tewas, Ribuan Terluka
FORUM KEADILAN – Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengungkapkan bahwa sedikitnya 1.332 warga sipil tewas dalam perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel, sementara ribuan lainnya terluka.
Iravani menegaskan AS-Israel sengaja menargetkan infrastruktur sipil. Sementara pihaknya menargetkan lokasi militer, bukan area warga sipil.
Ia menyebut Iran tidak menargetkan fasilitas non-militer di negara-negara tetangga, hingga sedang menyelidiki tuduhan tersebut.
“Penilaian awal kami menunjukkan beberapa insiden mungkin terjadi akibat intersepsi atau gangguan dari sistem pertahanan AS, yang bisa saja mengalihkan rudal dari target militer yang dimaksud,” ujarnya kepada wartawan di markas PBB di New York City, Jumat, 6/3/2026.
Irvani menyinggung terkait ucapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memaksa ingin memiliki suara dalam pemilihan pemimpin tertinggi Iran yang baru.
Ia menilai bahwa pernyataan Trump sebagai pelanggaran jelas terhadap prinsip tidak mencampuri urusan dalam negara-negara lain, sebagai tercantum dalam Piagam PBB.
“Pemilihan kepemimpinan Iran akan dilakukan sepenuhnya sesuai prosedur konstitusi kami dan semata-mata berdasarkan kehendak rakyat Iran tanpa campur tangan asing,” lanjutnya.
Diketahui, dalam wawancara dengan Reuters Kamis lalu, Trump memaksa dirinya harus memiliki suara dalam proses pemilihan pemimpin tertinggi yang baru.
Trump juga menuntut Iran agar menyerah tanpa syarat hingga mendesak Teheran menerima pemimpin tertinggi baru, pengganti Ayatollah Ali Khamenei yang tewas pada hari pertama perang.
Beberapa jam usai pernyataan Trump, Presiden Iran mengumumkan sejumlah negara sudah memulai upaya mediasi, yang dianggap menjadi salah satu sinyal pertama adanya inisiatif diplomatik untuk mengakhiri konflik dengan AS-Israel.
Dua pejabat AS kepada Reuters mengungkapkan penyelidik kemungkinan besar pasukan AS bertanggung jawab atas serangan ke sebuah sekolah perempuan di Iran. Aksi sadis itu telah memakan korban ratusan anak. Tetapi, hingga saat ini kesimpulan akhir belum dicapai.
Perang Iran melawan AS dan Israel pecah pada 28 Februari lalu. Konflik terjadi akibat serangan provokasi Washington dan Tel Aviv melancarkan serangan terlebih dahulu ke Teheran, ketika negosiasi program nuklir Iran sedang berjalan. *
