Bareskrim Cari Pelaku Pembunuhan Eks Pegawai JICT
FORUM KEADILAN – Bareskrim Polri mengungkapkan akan turun tangan membantu penyelidikan kasus penyerangan pensiunan pegawai Jakarta International Container Terminal (JICT), Ermanto Usman atau EU (65) di Pondok Gede, Kota Bekasi.
Diketahui, aksi penyerangan oleh orang yang tidak dikenal yang terjadi menjelang waktu sahur tersebut mengakibatkan Ermanto meninggal dunia dan istri korban P (60) dalam kondisi kritis akibat luka benda tumpul di kepala.
“Ya sementara tim gabungan dari Bareskrim, Polda, dan Polres, Polsek Pondok Gede, masih melakukan penyelidikan ya,” ujar Kasihumas Polres Metro Kota Bekasi, AKP Suparyono, kepada wartawan, Jumat, 6/3/2026.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa sampai saat ini tim gabungan masih menyelidiki terkait jumlah pelaku yang terlibat melakukan penyerangan. Tim penyelidik pun juga tengah mendalami informasi dugaan kearah tindak pidana pembunuhan di kasus tersebut.
“Masih dalam penyelidikan. Masih didalami (apakah ini pembunuhan), semua informasi segera diperlukan untuk membantu penyelidik,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Pihak keluarga mengungkap kejanggalan di balik kematian aktivis pengungkap dugaan korupsi pelabuhan, Ermanto Usman, yang ditemukan tewas di dalam kamar kediamannya.
Hal itu diungkapkan oleh kakak kandung korban berinisial DS saat ditemui di rumah duka yang berlokasi di Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.
“Nah kemudian selain itu tadi, kalau kita ini pelajari, di sini realita daripada tempat kejadian perkara. Ini kan ada dua mobil di sini, mobilnya tidak diambil. Tapi kunci mobil dibawa oleh mereka,” katanya kepada wartawan, Selasa, 3/3/2026.
Ia justru mempertanyakan mengapa para pelaku tersebut hanya mengambil kunci mobil, namun tidak terhadap kendaraan korban.
Kejanggalan lain yang diungkapkan, adalah para pelaku tidak mengambil harta benda korban, terutama brankas yang berada di kamar.
“Nah justru berangkasnya juga tidak rusak, tidak disentuh. Kemudian juga lemari itu juga masih tersusun rapi,” tambahnya.
Selain menjarah kunci mobil korban, DS mengungkap bahwa pelaku justru menjarah kedua ponsel milik Ermanto dan istrinya.
“Kemudian juga selain kunci mobil yang hilang, memang ada handphone. Handphone almarhum dan handphone istrinya. Ya mungkin hilang atau dibawa oleh pelaku gitu ya, kita enggak tahu,” katanya.
“Ya kalau kita bicara aneh kok yang diambil itu cuma handphone sama kunci mobil,” ucapnya.
Dirinya lantas meminta kepada aparat Kepolisian untuk mengusut kematian Ermanto sampai tuntas. Meski Ermanto dikenal aktif sebagai aktivis, pihak keluarga belum ingin berspekulasi terkait penyebab kematiannya.
“Tentunya keluarga kami tidak dalam kapasitas untuk menyampaikan, menyatakan apakah ini perampokan, memang apakah pembunuhan berencana. Itu semuanya menjadi kewenangan daripada Kepolisian,” katanya.
Sebelumnya, Ermanto Usman diserang oleh orang tidak dikenal di kediamannya di Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi. Kejadian tersebut terjadi pada Senin, 2/3, dini hari.
Dirinya meninggal di Rumah Sakit Primaya, Bekasi Barat. Selain Ermanto, istrinya juga menjadi korban dalam tragedi tersebut dan kini masih dalam kondisi kritis. *
