Rabu, 14 Januari 2026
Menu

Kementan Mulai Rehabilitasi Sawah dan Sektor Pertanian di Wilayah Bencana Sumatra-Aceh

Redaksi
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 14/1/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 14/1/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyatakan pemerintah akan segera memulai rehabilitasi sektor pertanian di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terdampak bencana. Rehabilitasi tersebut mencakup sawah, perkebunan, hingga peternakan.

“Kita bahas masalah rehabilitasi, salah satunya cetak sawah, perkebunan, dan peternakan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Insyaallah setelah Subuh nanti kami berangkat ke Aceh, dan bersamaan di tiga lokasi tersebut kita memulai rehabilitasi sawah yang rusak ringan, sedang, dan berat,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 14/1/2026.

Menurutnya, rehabilitasi akan diprioritaskan pada sawah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang agar petani dapat segera kembali beraktivitas.

“Pertama kita mulai dari yang ringan dan sedang agar saudara-saudara kita bisa bekerja seperti biasanya. Besok secara bersamaan kami mulai di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan) per 13 Januari 2026, luas sawah yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut mencapai 107,4 ribu hektare. Rinciannya, sawah rusak ringan seluas 56,1 ribu hektare; rusak sedang 22,2 ribu hektare; dan rusak berat 29,1 ribu hektare. Dari total lahan sawah terdampak tersebut, luas area tanaman padi dan jagung yang mengalami puso atau gagal panen mencapai 44,6 ribu hektare.

Selain sawah, bencana juga berdampak pada sektor perkebunan. Lahan tanaman kopi, kakao, kelapa dalam, dan komoditas lainnya di luar sawit tercatat terdampak seluas 29,3 ribu hektare. Sementara itu, lahan hortikultura seperti sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat yang terdampak mencapai 1.800 hektare.

Di sektor peternakan, jumlah ternak mati dan hilang yang meliputi sapi, kerbau, kambing, domba, dan unggas mencapai lebih dari 820 ribu ekor. Kementerian Pertanian juga mencatat kerusakan infrastruktur penunjang pertanian, antara lain 58 unit rumah potong hewan (RPH) rusak, 2.300 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) hilang, 74 unit balai penyuluhan pertanian (BPP) rusak, tiga unit bendungan rusak, irigasi rusak sepanjang 152 kilometer, serta 820 unit jalan produksi rusak.

Amran menegaskan, data dampak kerusakan sektor pertanian tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui setiap hari.

“Kami terus melakukan koordinasi agar langkah rehabilitasi dan pemulihan sektor pertanian dapat berjalan cepat dan tepat sasaran,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari