DPR Bakal Tanyakan Urgensi Pengamanan TNI dalam Sidang Nadiem Makarim
FORUM KEADILAN – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan TB Hasanuddin menanggapi temuan adanya personel TNI yang melakukan pengamanan dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) dengan terdakwa mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim.
TB mengatakan, kehadiran TNI dalam pengamanan sidang tersebut akan menjadi perhatian DPR RI sebagai bagian dari fungsi pengawasan. Ia mengaku akan meminta penjelasan langsung kepada pihak TNI terkait dasar keterlibatan mereka dalam pengamanan persidangan.
“Ya saya akan tanya dulu ke mereka ya,” kata TB Hasanuddin kepada Forum Keadilan, Jumat,9/1/2026.
Akan tetapi, ia juga meminta agar hal serupa dipertanyakan kepada Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, guna mengetahui apakah pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan pengadilan.
“Bisa juga tanya ke hakim, mereka yang minta,” ujarnya.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) secara resmi menetapkan mantan Mendikbudristek periode 2019–2024 Nadiem Makarim sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi program digitalisasi pendidikan berupa pengadaan laptop Chromebook pada tahun anggaran 2019–2022.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan pendalaman terhadap alat bukti serta memeriksa sebanyak 120 saksi dan empat orang ahli.
Dalam perkara tersebut, Nadiem dijelaskan saat menjabat sebagai Mendikbudristek, melakukan pertemuan bersama pihak Google Indonesia untuk membahas program Google for Education yang menggunakan perangkat Chromebook. Dari sejumlah pertemuan tersebut, disepakati bahwa produk Google, yakni Chrome OS dan Chrome Device Management (CDM), dijadikan sebagai dasar proyek pengadaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di lingkungan pendidikan.*
Laporan oleh: Novia Suhari
