Pengamat Soroti Penangkapan Presiden Venezuela Maduro: Pola Lama Intervensi AS
FORUM KEADILAN – Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan militer Amerika Serikat (AS) atas perintah Presiden Donald Trump dinilai sebagai bagian dari pola panjang kebijakan luar negeri Washington yang sering dipicu oleh kepentingan sumber daya, bukan alasan yang diklaim terkait demokrasi atau perang melawan narkotika.
Pengamat Geopolitik Dina Sulaeman menyatakan, tindakan AS terhadap Venezuela mengikuti pola lama yang sudah berlangsung di berbagai negara.
Ia menjelaskan, pola intervensi semacam ini sebelumnya juga terjadi di Chile (1973), Kongo (1961), Libya (2011), Irak, Afganistan, Suriah, dan negara-negara lain.
“Setiap negara yang berani menguasai sumber daya alamnya sendiri, dan kebijakan itu merugikan perusahaan Amerika Serikat, pola yang sama selalu muncul: tekanan politik, propaganda, sanksi ekonomi, lalu upaya penggulingan rezim,” kata Dina kepada Forum Keadilan, Senin, 5/1/2026.
Ia menekankan bahwa kasus Venezuela bukan soal narkotika atau terorisme, seperti sering diklaim media Barat, melainkan soal minyak dan penguasaan sumber daya alam strategis.
“Venezuela hari ini adalah bab baru dari pola yang berlangsung lama ini. Ini bukan tentang narco-terrorism. Ini soal minyak, soal siapa yang menguasai sumber daya alam,” ujarnya.
Dina pun mengingatkan, setiap kali AS bicara soal demokrasi dan hak asasi manusia, mereka selalu mengecek terlebih dahulu kepentingan ekonominya.
“Setiap kali Amerika Serikat bicara soal demokrasi dan hak asasi, lihat satu hal dulu: ada sumber daya alam apa di sana? Siapa yang menguasai sumber alam itu? Siapa yang diuntungkan?” jelasnya.
Diketahui, penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, dilakukan pada Sabtu, 3 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 dini hari waktu Caracas. Pasukan militer AS menyerbu kediaman presiden dan menahan Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, sebelum dibawa ke AS untuk menghadapi dakwaan narkotika dan kepemilikan senjata ilegal.
Pemerintah AS menyatakan tindakan itu dilakukan untuk menghadapi dakwaan narkotika dan kepemilikan senjata ilegal, meskipun banyak pihak menilai ini sebagai intervensi yang sarat kepentingan geopolitik dan ekonomi.
Langkah ini memicu kecaman dari pemerintah Venezuela dan sejumlah negara tetangga, serta menimbulkan protes di beberapa kota besar di AS.
Penangkapan ini menandai eskalasi serius dalam hubungan AS–Venezuela dan menjadi sorotan dunia terhadap pola intervensi Washington terhadap negara-negara kaya sumber daya.*
Laporan oleh: Muhammad Reza
