Senin, 05 Januari 2026
Menu

DPR RI Nilai Teror terhadap Aktivis dan Influencer Tanda Kemunduran Demokrasi

Redaksi
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pariera di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa,16/9/2025 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pariera di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa,16/9/2025 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pariera menanggapi maraknya dugaan teror yang dialami aktivis lingkungan hingga influencer yang kerap mengkritik kinerja dan kebijakan pemerintah Indonesia saat ini. Ia menilai fenomena tersebut sebagai bukti adanya kemunduran dalam peradaban politik nasional.

Menurut Andreas, di satu sisi Indonesia kerap membanggakan diri sebagai negara demokrasi yang menjamin hak rakyat untuk mengekspresikan pendapat dan menentukan pemimpinnya. Namun di sisi lain, masih terjadi teror terhadap pihak-pihak yang menyuarakan aspirasi publik melalui kritik, termasuk para influencer.

“Ini menunjukkan kontradiksi dalam praktik demokrasi kita. Teror tersebut jelas bertujuan untuk membungkam suara para influencer yang menyampaikan suara rakyat,” katanya kepada Forum Keadilan, Sabtu, 3/1/2026.

Ia menegaskan, negara harus hadir melalui aparat keamanan untuk memberikan perlindungan, serta mengusut dan menemukan pelaku teror tersebut. Andreas menyebut, dengan kelengkapan teknologi dan kemampuan personel aparat keamanan saat ini, seharusnya pengungkapan kasus semacam ini bukan hal yang sulit.

“Pengusutan ini penting dilakukan. Jika tidak, bisa menimbulkan persepsi negatif dan memicu adu domba di tengah masyarakat, bahkan masyarakat bisa saja menuduh aparat berada di balik teror-teror tersebut,” tutupnya.

Diketahui, baru-baru ini sejumlah influencer Indonesia dikirimi teror berupa surat ancaman, bangkai ayam, hingga bom molotov di kediamannya.

Mereka di antaranya, Influencer yang akrab disapa Dj Donny, melalui akun instagtamnya @dj_donny mengungkapkan dirinya dikirimi bangkai ayam dengan kepala terpotong, dan surat ancaman yang menyebut aktivitas kritiknya di media sosial. Lalu, dua hari kemudian beberapa orang terpantau melalui CCTV melempar bom molotov ke depan rumahnya.

“Kasus ini tidak bisa dibiarkan, harus ditemukan pelakunya siapa. Agar publik, pikirannya tidak liar ke mana-mana,” katanya.

Selain itu, ada juga aktor Yama Carlos, yang mendapatkan teror serupa dengan Dj Donny. Selanjutnya, influencer bernama Sherly Annavita juga menerima ancaman dan teror melalui coretan di mobilnya. Kemudian, selebriti, Chiki Fawzi yang mendapat ancaman digital yang disertai dengan gambar kepala babi.

Dikabarkan, teror dan ancaman yang diterima para influencer tersebut usai mereka mereka mempublikasikan konten media sosial berupa kritik terkait penanganan pemerintah untuk bencana banjir dan longsor Aceh-Sumatra yang terjadi baru-baru ini.*

Laporan oleh: Novia Suhari