CSIS Prediksi Pilkada 2024 Didominasi Head to Head
FORUM KEADILAN – Centre for Strategic and International Studies (CSIS) merilis analisis terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di lima daerah di Pulau Jawa.
Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS Arya Fernandes mengatakan, peluang head to head di Jakarta sangat terbuka lebar. Arya berharap tidak ada pasangan calon yang melawan kotak kosong pada pilkada kali ini.
“Kalau kita ambil kasus Jakarta, potensial head to head meskipun sekarang muncul skenario untuk mendorong satu pasang atau melawan kotak kosong. Tentu esensi pilkada itu kompetisi, jadi kalau tidak ada kompetisi tidak menunjukkan praktik demokrasi tidak baik. Jadi menurut saya kalau ada skenario partai mendesain pilkada melawan kotak kosong, saya kira tidak menunjukkan semangat bangun demokrasi sehat,” ujar Arya dalam diskusi bertajuk ‘Peta Kompetisi dan Dinamika Pilkada 2024’ di Gedung CSIS, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 8/8/2024.
Menurut Arya, jika PKS, PKB, NasDem, dan PDIP solid, maka peluang head to head semakin terbuka. Selain itu, Arya mendorong partai-partai yang belum menentukan calon untuk memberikan sinyal lebih cepat.
“Kalau kita ambil misalnya skenarionya NasDem, PKB, dan PKS, kalau PKS-nya keluar, berarti sisanya PKB-NasDem itu bisa mencalonkan karena 23 kursi, tapi kalau PKB narik diri, maka NasDem nggak bisa nyalon. PDIP kalau bertemu NasDem itu (total perolehan kursi) 25 bisa mencalon,” ungkapnya.
“Saya kira partai-partai yang belum menentukan calon dalam hal ini tentu PKS, NasDem, PKB, dan PDIP tentunya semestinya memberikan sinyal akan mendukung siapa, itu penting bagi kita supaya desain calon kotak tunggal bisa diprediksi dengan cepat,” ucapnya.
Sementara itu, untuk wilayah Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng), menurut Arya juga berpotensi akan bertarung dua paslon.
“Untuk Jabar potensialnya masih terjadi head to head karena KIM sudah deklarasikan Dedi Mulyadi, kemungkinan Dedi Mulyadi versus dengan partai lain, bisa PDIP atau bisa juga di Jabar (dengan) PKS, PKS juga cukup besar 19 kursi,” imbuhnya.
“Di Jawa Tengah juga akan head to head KIM cukup solid versus PDIP, Jawa Timur bisa potensial tiga pasang tapi bisa dua pasang kecuali kalau PKB dan PDIP bisa berkoalisi, jadi akan bertarung Khofifah versus calon PDIP. Kemungkinan Banten head to head antara Gerindra versus Golkar,” pungkasnya.
Hingga saat ini, belum ada partai atau koalisi yang secara resmi mengumumkan pasangan calon untuk Pilkada Jakarta 2024.
Koalisi Indonesia Maju (KIM), partai pengusung Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, disebut akan mendorong Ridwan Kamil, namun belum ada pengumuman resmi.
PDIP memberi sinyal dukungan kepada Anies Baswedan, tetapi belum menyatakan dukungan resmi.
PKS telah mengumumkan Anies dan Sohibul Iman sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur. Namun, PKB dan NasDem belum memberikan surat rekomendasi kepada Anies meski sudah menyatakan dukungan.*
Laporan Muhammad Reza
