Kawal Draft RUU Perkoperasian, Forkopi Lakukan Konsolidasi Bersama Para Pegiat Koperasi

Konsolidasi Forkopi di Tambi Resort, Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu, 10/7/2024. I Ist
Konsolidasi Forkopi di Tambi Resort, Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu, 10/7/2024. I Ist

FORUM KEADILAN – Forum Komunikasi Koperasi Indonesia (Forkopi) kembali menggelar konsolidasi antar pelaku koperasi Indonesia. Konsolidasi dilakukan dalam rangka mengawal regulasi perkoperasian di Indonesia yaitu draft Rancangan Undang-Undanng (RUU) Perkoperasian yang nantinya akan diusulkan oleh Forkopi ke pemerintah dan DPR.

Konsolidasi tersebut digelar di Tambi Resort, Wonosobo, Jawa Tengah pada 9-10 Juli 2024. Adapun tema yang diusung yaitu, “Mengawal Regulasi Untuk Kebangkitan Koperasi Sebagai Amanat Konstitusi.”

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia konsolidasi Forkopi Kartiko Adi Wibowo mengungkapkan, latar belakang dilaksanakannya konsolidasi Forkopi ialah karena mandegnya proses pembahasan RUU Perkoperasian. Untuk itu, konsolidasi digelar untuk menyusun draft RUU Perkoperasian

“Konsolidasi dilakukan oleh Forkopi ini dilatarbelakangi dengan adanya kemandegan proses pembahasan RUU Perkoperasian. Supres untuk RUU Perkoperasian sudah dikirimkan ke DPR, namun hingga saat ini belum ada pembahasan,” ujar Kartiko saat di jumpai di lokasi acara, Rabu, 10/07/2024.

Lebih lanjut, Kartiko mengatakan bahwa aturan yang berlaku saat ini adalah UU Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian, yang sudah diundangkan selama 32 tahun yang lalu. Menurutnya, banyak pasal-pasal yang tidak relevan dengan keadaan saat ini, dan sudah tidak bisa memberikan perlindungan terhadap perkembangan koperasi terutama penggunaan teknologi informasi oleh koperasi.

“Banyak pasal-pasal yang tidak relevan dengan keadaan saat ini dan sudah tidak bisa memberikan perlindungan terhadap perkembangan koperasi terutama penggunaan teknologi informasi oleh koperasi,” ungkap Kartiko.

Kartiko menambahkan, dalam kegiatan konsolidasi dilakukan pembahasan berbagai problematika terkait perkoperasian dan kemudian juga dibahas pasal-per pasal usulan RUU Perkoperasian.

“Konsolidasi Forkopi nantinya peserta akan menyampaikan problematika yang dihadapi oleh masing-masing elemen terkait dengan penerapan regulasi di masing-masing koperasi. Setelah itu, peserta akan membahas pasal per pasal RUU yang akan menjadi usulan resmi draft RUU dari Forkopi,” kata Kartiko.

Forkopi berharap, melalui pembahasan draft RUU Perkoperasian dapat memperkuat koperasi dan memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat.

“Dengan usulan draft RUU yang telah dirumuskan dengan menampung aspirasi gerakan koperasi, maka diharapkan draft RUU tersebut benar-benar dapat memperkuat koperasi dan memberikan kemanfaatan bagi anggota koperasi secara khusus dan masyarakat pada umumnya,” ungkap Kartiko.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Umum PBMT Indonesia Mursida Rambe mengutip dalil Al Qur’an surat Ar-Ra’d ayat 11 yang artinya, “Sesunguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum mereka mengubah nasib mereka sendiri.”

Atas dasar dalil tersebut, kemudian Mursida Rambe mengungkapkan bahwa keberhasilan gerakan koperasi bergantung pada tanggung jawab para penggerak koperasi dan juga harus didukung oleh regulasi yang tepat untuk gerakan koperasi.

“Jika kita menginginkan keberhasilan gerakan koperasi, maka itu merupakan tanggungjawab kita sendiri. Kita tidak mungkin menggunakan regulasi yang tidak pas. Ibaratnya, kita memakai baju atau regulasi milik orang lain. Maka sudah seharusnya kita menyiapkan regulasi yang paling tepat bagi gerakan koperasi,” Jelas Mursida Rambe dalam sambutannya saat membuka acara konsolidasi Forkopi.

Sementara itu, Ketua Umum Forkopi Andy Arslan Djunaid menyampaikan bahwa regulasi koperasi masih banyak yang belum bisa memberikan penguatan pada koperasi.

Sehingga, menurutnya diperlukan regulasi yang benar-benar bisa mendorong Koperasi menjadi besar dan kuat setara dengan badan usaha yang lain.

“Forkopi harus menyiapkan draft RUU Perkoperasian yang benar-benar lahir dari gerakan Koperasi Indonesia,” imbuhnya.

Selain itu Andy juga berharap, ke depan perlu memikirkan legalitas Forkopi, agar Forkopi bisa lebih luas memberikan perlindungan dan advokasi bagi kepentingan koperasi anggota Forkopi.

Dalam acara tersebut, turut hadir dalam konsolidasi Forkopi sebanyak 32 peserta yang mewakili Puskopdit, Aspeksyindo, Askopindo, Ikosindo, PBMTI, FKS Jatim, dan Koperasi Anggota) di mana mereka merupakan elemen dari Forkopi.*