Pelajaran Berharga dari Novel ‘Janji’ Tere Liye

Novel 'Janji' Tere Liye | Instagram @pbookish.id
Novel 'Janji' Tere Liye | Instagram @pbookish.id

FORUM KEADILAN – Siapa yang tidak mengenal Tere Liye? Novel-novelnya selalu menyimpan pesan mendalam bagi pembacanya, salah satunya adalah Janji.

Janji bukan lah novel yang mudah dibaca karena menggunakan diksi-diksi yang mungkin belum dikenal banyak orang. Singkatnya, novel ini menggambarkan setiap manusia sebagai pengembara.

Bacaan Lainnya

Dalam perjalanan hidup, kita mencari kebahagiaan, tetapi seberapa jauh kita menjelajah tidak dapat menghindari satu kenyataan: kematian. Kematian ialah janji antara Tuhan dan hamba-Nya tanpa diucapkan.

Dari novel Janji karya Tere Liye, Anda bisa mengambil hikmah dan pesan yang terkandung di dalamnya sebagai berikut.

1. Petualangan Tiga Kamerad Mencari Seseorang

Novel ini diawali dengan cerita tentang tiga kawan yang sangat nakal di sebuah pesantren: Baso, Hasan, dan Kaharuddin. Sebab ulah mereka yang nakal luar biasa, semua guru di pesantren tersebut angkat tangan.

Mereka membuat Buya, ulama sekaligus kepala sekolah pesantren, memanggil mereka ke ruangannya dan memberikan hukuman yang berbeda.

Buya menghukum mereka untuk mencari mantan muridnya dari 40 tahun lalu. Jika misi ini berhasil, Buya akan meluluskan ketiga anak tersebut.

2. Seseorang yang Dicari

Orang yang dicari oleh ketiga anak tersebut ternyata memiliki perilaku lebih parah dari mereka, seperti mencuri, berkelahi, mabuk, dan kabur dari asrama.

Bahkan, ia telah membakar pesantren dengan meledakkan meriam, yang mengakibatkan seorang anak lumpuh meninggal dalam keadaan gosong karena terbakar. Bahar kemudian kabur dari asrama.

Orang yang dicari itu bernama Bahar. Dalam perjalanan mencari Bahar, Baso, Hasan, dan Kaharuddin bertemu dengan orang-orang yang mengenal Bahar dan menceritakan kisah hidupnya.

Kisah tersebut mengubah pandangan mereka terhadap Bahar.

3. Tidak Sedikit Orang yang Menganggap Bahar Baik

Bahar yang pada awal cerita terdengar sangat buruk, ternyata mengalami perubahan perlahan. Perubahan itu tidak terjadi dengan mudah.

Tere Liye menulis secara realistis tentang perjalanan panjang Bahar menuju perubahan. Meskipun sering gagal, Bahar akhirnya berubah karena hati nuraninya dan ingat akan kejadian di pesantren, terutama peristiwa anak yang lumpuh terbakar.

4. Tulus dalam Berbuat Kebaikan

Bahar mengakui bahwa dirinya bukan orang baik, tetapi ia selalu berbuat kebaikan dengan tulus.

Ia membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan, meskipun pikirannya tidak selalu selaras dengan hati nuraninya.

5. Peduli kepada Semua Orang

Bahar awalnya tidak ingin mencampuri urusan orang lain. Namun, seiring waktu, ia mulai peduli dan membantu orang lain tanpa merasa terbebani.

Bahar melakukan kebaikan tanpa mengharapkan pujian dan tanpa ada yang tahu.

6. Pesan Penting dari Novel Tere Liye Janji

Novel ini menyampaikan pesan-pesan baik dan dapat menjadi refleksi bagi pembacanya tentang pentingnya berbuat baik.

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.” Berbuat baik adalah bekal penting menuju akhirat.

Nah, itu dia hal-hal yang dapat diambil dari Novel Janji Tere Liye. Semoga bermanfaat.*

Laporan Amanah Suci