Jokowi Ungkap Enggan Biayai Food Estate APBN Lagi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan Pers setelah meninjau RSUD Tamiang, Layang, Barito Timur, Kalimantan Tengah, Kamis, 27/6/2024. | YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers, Kamis, 27/6/2024. | YouTube Sekretariat Presiden

FORUM KEADILAN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa dirinya enggan untuk membiayai proyek lumbung pangan (food estate) dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) lagi.

Ia mengatakan bahwa proyek tersebut harus didanai oleh investasi dari para investor.

Bacaan Lainnya

“Yang kita dorong sekarang ini adalah investasi, bukan dari APBN,” ujar Jokowi dalam keterangannya saat melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah, Kamis, 27/6/2024.

Jokowi menyebut, pihaknya sedang mencari investor untuk mengembangkan food estate di dalam negeri. Diketahui, sejauh ini ia belum mempunyai rencana untuk mengunjungi food estate.

“Belum (ada rencana kunjungi food estate). Masih mencari investor, investor,” ujarnya.

Program food estate merupakan salah satu proyek yang telah dikembangkan pemerintahan pada saat ini untuk ketahanan pangan.

Food estate merupakan pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan di suatu kawasan. Proyek bernilai Rp1,5 triliun ini merupakan Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024 yang mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2022.

Adapun tujuan program itu ialah meningkatkan produksi pangan, mengurangi ketergantungan pada impor pangan, serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian.

Pemerintah pun menargetkan beberapa lokasi untuk program lumbung pangan ini yang diantaranya di Papua, Maluku, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.*