Bahlil Akui Belum Ada Investor Asing di IKN, Ekonom: Ternyata Prank

Jokowi di IKN
Jokowi di IKN | Ist

FORUM KEADILAN – Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengakui belum ada investor yang masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurut Bahlil, IKN saat ini baru membutuhkan investasi dari dalam negeri untuk pembangunan tahap I, yakni Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Sementara, investor asing katanya akan masuk di pembangunan tahap II.

Bacaan Lainnya

Meski belum ada investor asing, Bahlil menampik dana pembangunan IKN saat ini hanya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menegaskan proyek-proyek yang ada di IKN juga bagian dari investasi lokal.

Menanggapi pengakuan tersebut, Ekonom Partai Buruh Gede Sandra menilai pemerintah sudah sama seperti mengerjai atau ‘prank’ rakyat mengenai keberhasilan proses pembangunan megaproyek IKN.

“Kelihatannya dari pesan Menteri Bahlil, semua yang kemarin-kemarin itu bilang katanya (investor) sudah masuk, ternyata prank,” katanya kepada Forum Keadilan, Rabu, 12/6/2024.

Pasalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyebut sudah ada investor asing yang menanamkan modal di IKN. Jokowi tidak menyebut nama orang atau perusahaan asal luar negeri tersebut. Jokowi hanya menyebutkan bahwa investor asing itu bekerja sama dengan pengusaha dalam negeri.

Sedangkan, dilansir dari situs resmi ikn.go.id, OIKN sendiri telah mendapatkan 330 letter of intention (LoI), yang terdiri atas sekitar 55 persen investor domestik dan sisanya dari Singapura, Jepang, Tiongkok, dan Malaysia.

“Kelihatannya masih akan cukup lama dan berlarut-larut ya pembangunan di sana,” lanjut Gede.

Kata Gede, janji manis pemerintah yang menyebutkan sudah ada investor asing di IKN tak jauh berbeda dari proyek Esemka.

Mobil Esemka ini sempat melonjak namanya lantaran mobil karya anak bangsa dan sempat diluncurkan di Solo ketika Jokowi menjadi Wali Kota. Namun, mobil Esemka gagal diproduksi karena dianggap plagiat.

“Bukannya sudah terbiasa di prank sejak Esemka, ya? Jadi intinya ini pembangunan akan terus berlarut-larut,” tutupnya.*

Laporan Merinda Faradianti