PBB Tambahkan Israel Dalam Daftar Blacklist Negara yang Lakukan Kejahatan Anak

Bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) | Ist
Bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) | Ist

FORUM KEADILAN – Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menambahkan bahwa Israel ke dalam “daftar hitam” atau blacklist negara-negara yang melakukan kekerasan terhadap anak dalam konflik bersenjata.

Duta besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan dan mengaku sudah menerima pemberitahuan resmi mengenai keputusan itu dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Bacaan Lainnya

“Ini sungguh keterlaluan dan salah,” tulis Erdan, dikutip dari Al Jazeera.

“Saya menanggapi keputusan memalukan tersebut dan mengatakan bahwa tentara kami adalah yang paling bermoral di dunia. Satu-satunya yang masuk daftar hitam adalah Sekjen yang memberi insentif dan mendorong terorisme, dimotivasi oleh kebencian terhadap Israel,” ungkapnya.

Di laporan tahunan PBB “Children in Armed Conflict“, Israel dimasukkan dalam lampiran sebagai salah satu negara yang merugikan anak-anak selama konflik bersenjata.

“Hal ini dilakukan untuk memberikan peringatan kepada negara-negara tersebut dan menghindari kebocoran,” ucap jubir Guterres, Stephane Dujarric.

Laporan ini bakal disampaikan pada Dewan Keamanan PBB pada 14 Juni 2024 dan secara resmi diterbitkan beberapa waktu setelahnya.

Lalu, merespons unggahan Erdan di media sosial, Dujarric mengungkapkan merasa terkejut.

“Dan sejujurnya, ini adalah sesuatu yang belum pernah saya lihat selama 24 tahun saya mengabdi pada organisasi ini,” lanjutnya.

Di sisi lain, pejabat senior Palestina Riad Malki menyambut baik mengenai keputusan PBB walaupun langkah tersebut dinilai terlambat.

Diketahui, lebih dari 36.700 warga Palestina tewas dalam serangan Israel sejak awal Oktober termasuk 15.571 anak-anak.

“Sekarang, dihadapkan pada bencana di Gaza yang dunia lihat dengan mata telanjang dengan genosida yang secara khusus menargetkan anak-anak dan perempuan, Sekjen PBB tidak lagi punya alasan untuk tidak memasukkan Israel ke dalam daftar hitam,” ujar Malki dalam sebuah pernyataan.

Hingga saat ini agresi Israel ke Palestina terus berlangsung, walaupun sudah dikecam oleh komunitas internasional. Serangan brutal Israel juga kian intensif ke kamp-kamp pengungsi di Rafah dan Nuseirat di Gaza tengah.

Korban jiwa juga kian terus bertambah jadi lebih dari 36 ribu warga sipil, di mana sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.*