Kubu Prabowo Nilai Keterangan Ahli dari Ganjar Untungkan Pihaknya

Ketua Tim Pembela Prabowo-Gibran, Yusril Ihza Mahendra, memberikan keterangan pers setelah sidang sengketa Pilpres MK, Senin, 1/4/2024 | Syahrul Baihaqi/Forum Keadilan
Ketua Tim Pembela Prabowo-Gibran, Yusril Ihza Mahendra, memberikan keterangan pers setelah sidang sengketa Pilpres MK, Senin, 1/4/2024 | Syahrul Baihaqi/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Ketua tim pembela Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Yusril Ihza Mahendra, menilai ahli yang dihadirkan tim hukum Ganjar Pranowo-Mahfud MD dalam sidang sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024 justru menguntungkan pihaknya.

Menurut Yusril, keterangan para ahli tidak mendukung argumen dalam permohonan ataupun petitum yang disampaikan.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah menyimak keterangan para ahli yang dihadirkan dan sudah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang cukup tajam kepada para ahli, yang pada intinya tidak mendukung apa yang menjadi posita atau argumentasi yang dikemukakan dalam permohonan ataupun petitum yang disampaikan,” kata Yusril dalam konferensi pers di sela sidang di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Selasa, 2/4/2024.

“Kita sudah mengikuti persidangan dan sudah menyimak ahli, yang sebenarnya sih tidak mendukung permohonan di dalam petitum. Dua ahli psikologi yang dihadirkan justru menjadi bumerang bagi pemohon,” kata dia.

Seperti, kata Yusril, keterangan dari ahli psikologi yang dihadirkan tidak mendukung argumen tim Ganjar-Mahfud soal dugaan kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM).

“Kalau memang cuma 29 persen, apakah dalih yang mengatakan bansos itu adalah satu pelanggaran TSM dan bisa dijadikan dalih untuk membatalkan hasil pilpres dengan pengaruh yang sebenarnya hanya 29 persen? Kami kira itu sebenarnya terlalu jauh,” ujarnya Yusril selaku kuasa hukum pihak terkait.

Yusril juga menilai bahwa keterangan ahli lainnya justru menjelaskan banyak faktor yang memengaruhi pemilih Prabowo-Gibran.

“Tapi sebenarnya faktor ketertarikan orang kepada paslon itu sendiri dan khususnya kepada Prabowo yang menurut beliau sudah berkali-kali sudah menjadi capres, cawapres pernah juga, akhirnya memenangkan,” kata Yusril Yusril.

Menurut Yusril, keterangan ahli dari Ganjar-Mahfud malah menunjukkan bahwa orang memilih Prabowo-Gibran bukan hanya karena faktor Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Jadi itu menjadi satu ingatan publik ada orang namanya Pak Prabowo yang berkali-kali maju pencalonan presiden sehingga itu sudah familiar. Apalagi kali ini mendapatkan dukungan Pak Jokowi tingkat keterpilihannya menjadi lebih tinggi,” tuturnya.

Senada, anggota tim pembela Prabowo-Gibran, Hotman Paris, juga menilai bahwa ahli yang dihadirkan kubu paslon 03 itu malah menguntungkan pihaknya.

“Jadi benar-benar ahli mereka itu malah menguntungkan kita, makanya saya bilang, ini 03 mau ke mana sih? Sudah suaranya parah banget, parah-parah banget, masih ingin menang lagi di MK,” ujar Hotman.

“Belum lagi Sirekap dipersoalin, sekarang diakuin. Pernah nggak dilakukan audit forensik terhadap Sirekap? Belum pernah, hanya asumsi-asumsi, omon-omon,” pungkasnya.*