Starbucks Bantah Beri Dukungan Finansial ke Israel, Tak Kerja Sama Sejak 2003

Starbucks
Starbucks | ist

FORUM KEADILAN – Lama diisukan sebagai salah satu brand yang terlibat dalam konflik di Gaza, Palestina, Starbucks akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun Instagram @starbucksindonesia dan situs resmi mereka.

Brand minuman kopi asal Amerika Serikat tersebut membantah memberikan dukungan finansial kepada Israel. Mereka menyatakan bahwa berita yang beredar di media sosial tersebut tidak benar.

“Pernyataan yang tidak benar tentang Starbucks telah tersebar melalui media sosial, dan ini telah menyebabkan tindakan kekerasan serta vandalisme yang terisolasi di beberapa gerai kami di seluruh dunia, khususnya di Indonesia,” tulis @starbucksindonesia, dikutip, Selasa, 27/2/2024.

“Penting bagi kami untuk meluruskan hal ini, sebab penyebaran informasi yang salah tidak dapat dibenarkan – dan ini menyangkut lebih dari 6.000 partners (sebutan untuk karyawan), petani kopi, rekan bisnis, supplier hingga penerima manfaat kegiatan social impact kami yang adalah warga negara Indonesia,” lanjut mereka.

Starbucks menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki agenda politik. Mereka juga menyatakan mengutuk segala tindak kekerasan atas hilangnya nyawa orang yang tak berdosa.

“Starbucks tidak memiliki agenda politik dan tidak pernah menggunakan keuntungannya untuk mendanai operasional pemerintah atau militer mana pun. Starbucks menjunjung tinggi kemanusiaan, mengutuk kekerasan, hilangnya nyawa orang yang tak berdosa, serta semua ujaran kebencian dan senjata,” tutur mereka.

Rumor yang mengklaim bahwa Starbucks dan Howard Schultz memberikan dukungan keuangan kepada pemerintah dan Angkatan Darat Israel juga telah dinyatakan tidak benar. Mereka juga tidak mengirimkan hasil keuntungan kepada Israel.

“Rumor bahwa Starbucks atau Howard memberikan dukungan keuangan kepada pemerintah Israel dan/atau Angkatan Darat Israel adalah tidak tepat. Starbucks adalah perusahaan publik dan oleh karenanya diwajibkan untuk menyampaikan setiap pemberian perusahaan setiap tahun melalui proxy statement,” ujar Starbucks melalui situs resmi, dikutip, Selasa.

Melalui sebuah pernyataan resmi yang diunggah ke dalam website mereka, Starbucks mengungkapkan bahwa mereka telah mengakhiri kerja sama dengan partner di Israel sejak 2003.

“Kami memutuskan untuk membubarkan kepartneran kami di Israel pada tahun 2003 karena tantangan operasional yang kami alami di pasar tersebut,” ungkap mereka lagi.*