Tim Kuasa Hukum Aiman Witjacksono Sebut Penyitaan Barang Bukti Cacat Formil

Tim Kuasa Hukum Aiman Witjaksono, Sangun Ragahdo Yosodiningrat, Finsensius Mendrofa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 19/2/2024 | Novia Suhari/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Tim kuasa hukum Aiman Witjaksono pada kasus dugaan penyebaran hoax mengenai ketidaknetralan Polri dalam pemilu 2024 menyebutkan izin penyitaan barang bukti yang dilayangkan pada kliennya tersebut cacat formil.

Cacat formil yang diungkapkan oleh tim kuasa hukum Aiman tersebut didasarkan pada beberapa alasan.

Bacaan Lainnya

Pertama, karena salah satu barang bukti yang disita oleh penyidik ini tidak ada sangkut pautnya terhadap dugaan tindak pidana yang disangkakan.

“Selain itu, dalam surat penyitaan hanya tertera satu barang bukti yaitu HP Xiaomi yang akhirnya sudah disita oleh penyidik. Akan tetapi pada kenyataannya yang dilakukan penyitaan itu adalah adanya 4 barang bukti lainnya selain HP, yaitu Instagram yang sudah diubah oleh Direktorat Siber. Lalu, email dan juga sim card,” kata Sangun Ragahdo Yosodiningrat, kepada awak media, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 19/2/24.

Karena tidak ada dalam penetapan penyitaan tersebut, tim kuasa hukum meyakini seharusnya penyitaan yang dilakukan oleh penyidik ini tidaklah sah, sehingga mengajukan pra peradilan.

“Tambahan penting, dasar penyitaan tersebut formalitas hukumnya adalah penetapan sita yang seharusnya ditandatangani oleh Ketua pengadilan Negeri Jaksel, sebagai mana ketentuan UU. Sedangkan ini ditandatangani oleh wakil ketua PN Jaksel,” ujarnya.

“Jadi kita melihat ini cacat formil, dasar penetapan sita yang digunakan oleh penyidik ini,” sambung Sangun.

Hingga saat ini menurutnya, tidak hanya akun Instagram, akun Whatsapp Aiman pun dalam kendali dari pihak penyidik.

“Jadi kalau akun ini memang dikuasai oleh penyidik sekarang jadi kita tidak bisa mengakses akun IG ataupun email. Dan bahwa didalam hp itu selain yang empat disita itu ada yang juga dikuasai dan di akses oleh penyidik adalah WA dari Aiman,” ucapnya.

Meski pun begitu, Finsensius Mendrofa mengatakan tidak mengetahui seberapa jauh perubahan dalam akun-akun yang disita tersebut.

“Kalau diubah kita tidak tahu ya, tapi patut diduga bahwa dengan mereka menguasai dan mengakses sedangkan mereka tidak diberikan izin, dalam izin penetapan yang menurut kami itu cacat formil. Ada pengubahan pasword atas akun IG dan email, makanya kami mengatakan bahwa penyidik telah melakukan akses akun-akun Aiman,” jelasnya.

Sementara itu, mengenai saksi ahli yang bakal dihadirkan dalam pengadilan Aiman nanti, tim kuasa hukum enggan memberikan keterangan jelas.

“Pertama ini adalah ahli hukum acara pidana, dan kedua ahli hukum pers yang paham dengan pers,” tandasnya.*

Laporan Novia Suhari