Kata Istana soal Sultan HB X Diminta Jembatani Pertemuan Jokowi dengan Megawati

Koordinator Staf Khusus Presiden RI Ari Dwipayana | Instagram @dwipayanaari
Koordinator Staf Khusus Presiden RI Ari Dwipayana | Instagram @dwipayanaari

FORUM KEADILAN – Istana menjawab terkait kabar Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X diminta oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memfasilitasi pertemuan dengan Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Koordinator Staf Khusus (Stafsus) Presiden, Ari Dwipayana, mengatakan bahwa Presiden Jokowi memang selalu terbuka untuk bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh bangsa.

Bacaan Lainnya

“Presiden selalu terbuka untuk bertemu, bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh bangsa. Apalagi untuk kebaikan dan kemajuan bangsa,” ujar Ari kepada wartawan, Selasa, 13/2/2024.

Ia menyebut bahwa inisiatif pertemuan dapat muncul dari manapun dan Ari menegaskan pentingnya silaturahmi antar tokoh bangsa yang bermanfaat bagi negara.

“Inisiatif pertemuan bisa muncul dari mana saja tapi yang paling penting adalah silaturahmi antar tokoh bangsa pasti akan bermanfaat bagi kepentingan bangsa dan negara,” tegasnya.

Sebelumnya diketahui, Sultan HB X membeberkan dan membenarkan terkait kabar bahwa dirinya diminta Presiden Jokowi untuk jembatani pertemuan dengan Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Berawal kabar tersebut diungkapkan oleh pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie. Kemudian saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Sultan membenarkan informasi tersebut.

“Betul, tapi saya kan nunggu Presiden. Saya akan menjembatani. Terserah Presiden itu (waktunya). Saya nunggu. Kalau memerlukan saya bersedia,” ujar Sultan, Senin, 12/2/2024.

Ia menegaskan bahwa dirinya bersifat pasif terkait hal tersebut dan jika sewaktu-waktu Presiden Jokowi meminta maka dirinya siap bergerak.

“Ya berarti bukan ambil inisiatif. Yang ambil inisiatif Bapak Presiden. Kalau mau ketemu Mbak Mega saya fasilitasi. Kalau bisa ketemu sendiri ya syukur, kalau saya sifatnya pasif,” tegasnya.

Sultan menyebut jika belum ada arahan dari Presiden Jokowi maka dirinya tidak bakal bergerak.

“Kalau Presiden gak ngomong ‘tolong diantar’, kalo gak (meminta) ya enggak to. Saya kan pasif bukan ngoyak-ngoyak (mengejar),” tandasnya.*