Minggu, 31 Agustus 2025
Menu

Cak Imin Sebut Penggunaan Anggaran Pendidikan Banyak Disiasati

Redaksi
Muhaimin Iskandar | Merinda Faradianti/Forum Keadilan.
Muhaimin Iskandar | Merinda Faradianti/Forum Keadilan.
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) membeberkan bahwa implementasi penggunaan 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan belum maksimal. Menurutnya, penggunaan anggaran tersebut banyak disiasati.

“Alhamdulillah, sejak reformasi itu anggaran pendidikan memang sudah 20 persen. Akan tetapi, 20 persen itu masih banyak disiasati,” kata Cak Imin di Banyuwangi, Jawa Timur Rabu 7/2/2024.

Cak Imin menyebut anggaran tersebut banyak dititipkan di berbagai tempat. Jadi, kalau dihitung jumlahnya tetap 20 persen.

“Malah, dititipkan di Kementerian Pertahanan ada, di BIN (Badan Intelijen Negara) itu ada, karena di sana juga punya universitas, punya sekolah tinggi, punya pendidikannya,” imbuhnya.

Kata Cak Imin, agar 20 persen anggaran pendidikan digunakan sesuai fungsi utama, maka penggunaannya perlu dievaluasi.

“Kita harus evaluasi semua. Tujuan utama 20 persen itu adalah untuk seluruh anak-anak bangsa, bukan untuk segelintir model-model sekolah tertentu,” ungkapnya.

Cak Imin berjanji, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin (AMIN) akan menyisir agar anggaran itu benar digunakan untuk pendidikan. Nantinya, kata dia, penggunaan anggaran yang tak efektif akan dialokasikan untuk tenaga pendidik, dari mulai sertifikasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) hingga pengangkatan pegawai negeri sipil (PNS).

Sebagai informasi, Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp660,8 triliun atau 20 persen pada APBN 2024. Anggaran tersebut naik dari tahun sebelumnya yang jumlahnya Rp612,2 triliun.

Adapun anggaran tersebut terbagi atas alokasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp237,3 triliun, Transfer ke Daerah Rp346,6 triliun, dan pembiayaan investasi Rp77 triliun.*