Kata Anies soal Usulan Bahas Isu Wadas di Debat Pilpres

Anies Baswedan. | Ist
Anies Baswedan. | Ist

FORUM KEADILAN – Calon presiden (capres) no urut 1, Anies Baswedan berpandangan soal isu kasus Wadas yang diusulkan untuk dibahas dalam debat Pilpres yang akan diselenggarakan pada Minggu, 21/1/2024 mendatang.

Anies mengatakan dalam menyikapi persoalan Wadas, dirinya akan mengedepankan prinsip keadilan.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut bermula saat salah satu dari peserta di Desak Anies menanyakan terkait isu Wadas. Peserta ini mengatakan, bahwa mediasi antara warga Wadas dan pemerintah mengalami kebuntuan dan meminta komitmen Anies mengenai kasus Wadas tersebut.

“Tadi saya ingin jawab pertanyaan pertama dari dulu dari Bung Miftah tadi ya, langkah konkret apa yang diselesaikan. Begini Bung Miftah, prinsip yang kami adopsi adalah prinsip keadilan kesejahteraan. Jadi bagi kami, solusi yang dibuat harus mengedepankan prinsip keadilan dan kesetaraan, jadi undang semuanya,” ujar Anies dalam pemaparannya di Hallf Patiunus, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 18/1/2024.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan agar dapat menghadapi kebuntuan yang dibutuhkan adalah daya tahan yang kuat. Ia menyebut salah satu contohnya saat mempersatukan angkot di Jakarta dengan satu sistem.

“Di awalnya deadlock, pertemuan paling keras yang saya rasakan di Pemprov DKI adalah ketemu dengan orang-orang yang mengelola angkot itu, kerasnya luar biasa, keras sekali tapi kemudian kita jalani terus sampai tuntas, sepakat ketemu, berapa kali ketemu? 77 kali ketemuan, selesai, selesai,” terang Anies.

“Kesepatakan ada kesepakatan, kita tuh sekarang di pemerintah nggak memiliki daya tahan untuk mengerjakan itu semua, yang namanya perbedaan pasti kita bisa sampai pada titik temu. Pasti ini harus duduk bersama, dan harus ada take and gift ini juga proses negosiasi yang panjang,” lanjut Anies.

Menurut Anies, persoalan Wadas bisa dicarikan solusinya dan yang penting menurutnya adalah semua pihak harus duduk bersama untuk menyatukan kesepahaman.

“Menurut saya bisa dicarikan titik temu, tapi prinsipnya adil, sepaham, semua pihak harus sepaham kalau prinsip itu tidak ada maka negosiasi akan sulit. Duduk bersama kalau ingin prinsip keadilan, itu yang akan saya kerjakan dan kita harus sabar sampai prosesnya tuntas,” ujar Anies.*