Prabowo Buka-bukaan Alasan Gandeng Gibran, Berisiko tapi…

Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Debat Kedua Calon Wakil Presiden (cawapres) Pemilu 2024, Di JCC Senayan, Jakarta, Jumat, 22/12/2023, Malam. | Youtube KPU RI
Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Debat Kedua Calon Wakil Presiden (cawapres) Pemilu 2024, Di JCC Senayan, Jakarta, Jumat, 22/12/2023, Malam. | Youtube KPU RI

FORUM KEADILAN – Calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto menyinggung penampilan calon wakil presidennya (cawapres) Gibran Rakabuming Raka dalam debat kedua yang diselenggarakan KPU RI pada Jumat, 22/12/2023 malam.

Prabowo mengatakan, sebelum debat kedua yang merupakan khusus cawapres itu, banyak pihak yang meragukan kemampuan Gibran.

Bacaan Lainnya

“Banyak yang nonton debat, satu-satunya paslon yang berani bicara hilirisasi maaf, hanya paslon 2 ya,” kata Prabowo saat deklarasi relawan Gempita di Sudirman Grand Ballroom, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 27/12.

“Mas Gibran banyak yang bilang anak ingusan, iya kan? Enggak ada apa-apanya hanya anak-anak, dihina, diejek, Anda ikuti kan,” tambah dia.

Nyatanya, kata Prabowo, penampilan Gibran cukup mengesankan. Ia pun memberikan nilai tinggi kepada Wali Kota Solo tersebut terkait debat cawapres.

“Saya kasih nilai 9,9 kalau 10 katanya hanya untuk Allah SWT,” ucap Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga buka-bukaan terkait keputusannya memilih Gibran. Ia menyebut, memilih putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) jadi cawapresnya cukup berisiko karena kurang berpengalaman.

“Itu wakil yang saya pilih dengan penuh risiko, anak muda, kurang berpengalaman,” ucap dia.

Meski begitu, Prabowo yakin memilih Gibran sebagai cawapresnya karena memiliki potensi kepemimpinan yang baik untuk Indonesia.

“Waktu itu saya pikir, kalau saya pilih yang sangat pengalaman, ya kalau baik. Tapi kalau pengalamannya adalah pengalaman korupsi bagaimana? Kalau pengalamannya selalu akal-akalin rakyat bagaimana? Kalau pengalaman justru mengabdi kepada bangsa lain bagaimana?” kata Prabowo.

“Mending kita pilih anak muda yang masih bisa kita bina, kita gembleng apalagi dibantu digembleng oleh orang tuanya sendiri, apalagi orang tuanya seorang pejuang merah putih,” tutup dia.*