Partai Garuda: Maaf Jika Kemampuan Gibran Buat Kalian Sakit Hati dan Terluka

Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka dalam debat kedua Pemilu 2024 | YouTube KPU RI
Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka dalam debat kedua Pemilu 2024 | YouTube KPU RI

FORUM KEADILAN – Banyak tuduhan miring terhadap calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka usai mampu menguasai panggung bahkan dinilai menenangkan debat cawapres yang digelar Jumat, 22/12/2023 malam.

Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi meluruskan beberapa tuduhan terhadap Gibran.

Bacaan Lainnya

“Urusan debat pilpres harusnya sudah selesai, hasilnya kan tinggal diserahkan pada masyarakat. Tapi karena masih ada fitnah, maka saya wajib meluruskan, sebagai bagian dari pendidikan politik bagi masyarakat,” kata Teddy dalam keterangannya, Selasa, 26/12.

Salah satu tuduhan yang dilemparkan kepada Gibran adalah adanya alat yang ditempel pada Wali Kota Solo tersebut untuk membisikkan jawaban atas pertanyaan di debat cawapres. Menurut Teddy, jika hal tersebut benar terjadi, seharusnya Gibran kaku saat menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan kepadanya.

“Ada tuduhan Gibran dibisiki seseorang menggunakan alat, karena dalam debat, Gibran begitu lancar bicara dan tidak kaku. Saya luruskan ya, orang normal mana pun kalau didikte saat bicara harusnya kaku, sedangkan Gibran tidak kaku. Mahfud dan Muhaimin yang membaca contekan saja, intonasinya kaku, tidak lancar, apalagi jika mengikuti orang bicara,” tegasnya.

Teddy juga menyinggung soal Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang difitnah telah membocorkan pertanyaan untuk Gibran, sehingga bisa lancar karena menghafal.

“Gibran difitnah menghafal jawaban. Tentu tujuannya mau memframing bahwa pertanyaan untuk Gibran, sebelumnya telah dibocorkan oleh KPU. Sayangnya yang memfitnah lupa, karena ada pertanyaan pribadi dari Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar. Apakah Mahfud dan Muhaimin membocorkan pertanyaan mereka agar Gibran bisa menghafal jawaban?” ujar dia.

“Sudah terbantahkan ya, secara manusia normal tidak mungkin Gibran bisa lancar bicara jika didikte dan juga tidak mungkin Mahfud-Muhaimin mengkhianati calon presiden mereka dengan membocorkan pertanyaannya ke Gibran. Fitnah ini hanya untuk menyalurkan perasaan sakit hati dan terluka saja,” lanjutnya.

Atas dasar itu, Teddy meminta maaf karena kemampuan Gibran di debat cawapres Jumat lalu ternyata membuat sejumlah pihak sakit hati dan terluka.

“Maka dari itu, sebagai juru bicara Partai Garuda, sekaligus juru bicara Prabowo-Gibran, saya menyatakan permohonan maaf sebesar-besarnya, jika kemampuan Gibran ternyata membuat kalian sakit hati dan terluka. Sekali lagi mohon maaf,” pungkasnya.*